LSI Warning Final Rawan Konflik Hebat
Dengan berbagai faktor penyebab dan latarbelakang dalam hubungan kedua negara, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI)
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Penelitian ini menjadi sangat penting bagi pihak yang berkepentingan, menjadi warning, agar konflik tidak berkembang lagi," kata peneliti LSI, Ardian Sopa, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/12/2010).
Lembaga survei ini menyebutkan, laga Final Piala AFF 2010 yang mempertemukan Indonesia vs Malaysia, sarat gengsi, emosi, dan harga diri. Sebab, setahun terakhir hubungan kedua negara sering bermasalah.
Dari mulai perlakuan buruk TKI di Malaysia, klaim Malaysia atas hasil budaya Indonesia, serta penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh polisi laut Malaysia.
Hasil survei yang dilakukan terhadap 1000 responden pada awal Oktober 2010 ini, menunjukkan bahwa mayoritas atau 59,2 persen publik Indonesia tidak suka dengan Malaysia.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas atau sebanyak 67,5 persen publik Indonesia mempersepsikan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia selama ini buruk.
Peringatan ini disampaikan LSI mengingat sejumlah negara yang tengah mempunyai latarbelakang masalah dan bertemu di lapangan hijau, justru berakibat pada konflik yang lebih besar.
Ardian mengambil contoh perang antara Inggris dan Argentina pada 1982 yang memperebutkan ladang minyak Kepulauan Falkland atau Malivinas, ternyata terbawa dalam pertandingan kedua negara di ajang Piala Dunia 1986.
Belum lagi, soal konflik politik antara Honduras-El Salvador berubah menjadi perang seusai pertemuan kedua negara bertanding di lapangan hijau, babak penyisihan pra Piala Dunia 1970 yang digelar di Mexico.
"Kemungkinan itu (di Final Piala AFF 2010) ada kalau ada hal-hal negatif yang memicu, misal provokasi. Tapi, sejauh ini penonton Indonesia sudah memiliki kesasdaran. Misal yang teriak Malingsia itu adalah kampungan," katanya.
Sejumlah wartawan sempat "mempertanyakan" kredibilitas dan keakuratan hasil survei asuhan Denny JA ini.
Awak media juga merasa aneh karena hasil survei dipublikasikan di laga Final Piala AFF di Desember 2010. Sementara, survei dilakukan mulai awal Oktober 2010.
Di sisi lain, tidak terjadi masalah atau konflik apapun saat dan seusai Indonesia-Malaysia bentrok di babak penyisihan Piala AFF 2010 yang digelar di Jakarta beberapa minggu lalu.
Saat ditanya tujuan utama diadakannya survei ini, Ardian menjawab, "Kami ingin memotret apa yang terjadi di publik."