Komnas HAM Kritik Kerja Intelijen Polri
Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mengkritik kinerja dari intelijen Polri dalam kasus Cikeusik, Banten. Mereka menilai polisi
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Bagaimana intel Polri, apa tidak ketahuan, apa kekurangan aparat? Ini masih kami dalami. Bagaimana intelijen kita, itu pertanyaannya, kalau intelijen datanya akurat seharusnya bisa mencegah," ujar Anggota Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo saat rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR, Jakarta, Senin (21/2/2011).
Menurut Yoseph, Komnas HAM juga tengah mengumpulkan fakta terkait kinerja Polri dalam upaya pencegahan peristiwa penyerangan. Upaya penyerangan yang terencana dikuatkan dengan temuan fakta atribut yang digunakan kelompok penyerang.
"Penggunaan atribut yang berarti ini terorganisir," jelas Yoseph.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menambahkan, tim independen menemukan fakta Kepolisian setempat telah mengantongi informasi akan adanya penyerangan, tiga hari sebelum kejadian.
"Kami tidak mengerti kenapa tidak diberi pengamanan maksimal," jelasnya.
Padahal, waktu tempuh dari Pandeglang ke Cikeusik mencapai enam jam.
"Ini ada informasi yang dicoba didistorsi, kami ingin tahu lebih jauh," tandasnya.