Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Effendy: Presiden Telat Tanggapi Bocoran Wikileaks

Pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali mengkritisi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ia anggap telat memberikan respon atas

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Anwar Sadat Guna
Laporan Wartawan Tribunnnews.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali mengkritisi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ia anggap telat memberikan respon atas data yang ungkap Wikilekas.

Kritikan Ghazali dilontarkan terkait pidato Presiden SBY yang meragukan data Wikileaks, saat membuka Jakarta International Defense Dialog di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (23/3/2011).

"Seharusnya, Presiden tak perlu menanggapinya. Ataupun memberikan bantahan seperti yang dilakukan oleh kalangan Istana. Dan sampai saat ini, data Wikileaks juga belum terbukti salah," kata Effendi Ghazali di DPR, Rabu (23/3/2011).

Kasus Wikileaks, ujarnya, hampir sama kejadiannya saat rezim Orde Baru berkuasa. Saat itu, pada tahun 1986, seorang penulis David Jankin mengungkap dalam tulisannya soal korupsi Soeharto.

Ketika itu, tahun 1986, kemudian dikatakan membahayakan martabat bangsa. Memang tak terbukti, namun dua tahun kemudian, 1998 terbukti.

"Nah, soal Wikileaks di Indonesia memang belum terbukti benar. Akan tetapi  di dunia, Wikileaks belum tentu salah. Di Amerika saja, teror-teror soal Wikileaks seperti ini didiamkan saja. Dan sebenarnya, pernyataan Presiden agak telat. Sebenarnya enggak usah dibantah," saran Effendy Ghazali.

"Di Amerika, kalau  dituduh dan  selama dia (yang dituduh) tidak melakukan, dia biasa-biasa saja. Di sana sudah lazim pejabat publik akan dipertanyakan soal ijazah, affair.  Atau, soal anak-anak Anda bisnisnya apa saja. Enggak ada tuh yang namanya kepanasan.  Apalagi, sampai mengeluarkan pernyataan  membahayakan negara dan sebagainya," katanya lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas