Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Persiapan Generasi Bebas Stunting, PERSAGI Usulkan Pendekatan Gizi hingga Usia 19 Tahun

 Dewan Pakar Gizi PERSAGI, Iskari Ngadiarti menambahkan, sekolah adalah titik strategis untuk membangun kebiasaan makan sehat.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Persiapan Generasi Bebas Stunting, PERSAGI Usulkan Pendekatan Gizi hingga Usia 19 Tahun
Tribunnews.com/Rina Ayu Pancarini
POLA MAKAN - Menyambut Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari 2026, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengajak anak sekolah turut mengubah pola makan keluarga. Melalui edukasi gizi yang salah satunya digelar di SMPN 177 Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (21/1/2026) yang dihadiri oleh Dewan Pakar Gizi PERSAGI, Iskari Ngadiarti. 

Ringkasan Berita:
  • Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting sebesar 19,8 persen
  • Kegiatan edukasi gizi yang digelar PERSAGI melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi dan lebih dari 55 ribu peserta didik
  • Edukasi ini menargetkan anak tidak hanya kenyang, tetapi juga memahami konsep gizi seimbang

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyambut Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari 2026, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengajak anak sekolah turut mengubah pola makan keluarga.

Melalui edukasi gizi serentak di 18 ribu sekolah se-Indonesia, PERSAGI berharap kebiasaan makan sehat dapat tertanam sejak dini.

Ketua Umum DPP PERSAGI Doddy Izwardy menyebut, upaya ini harus dilengkapi dengan strategi yang lebih komprehensif.

“Ini adalah bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi anak-anak,” kata Doddy di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan edukasi gizi yang digelar PERSAGI melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi dan lebih dari 55 ribu peserta didik. Program ini mendapat rekor MURI karena dilakukan secara serentak di 18 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

PERSAGI menargetkan anak tidak hanya kenyang, tetapi juga memahami konsep gizi seimbang melalui prinsip Isi Piringku. Anak didorong memahami bahwa satu piring sehat harus mencakup sumber karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral.

“Ini sudah mulai diterapkan melalui program Makan Bergizi (MBG). Mudah-mudahan kebiasaan ini bisa dibawa ke keluarga,” ujar Doddy.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting sebesar 19,8 persen.

Baca juga: Stunting Minahasa Selatan Masih 28,1 Persen, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Sinergi Lintas Sektor

Meski angka ini menunjukkan tren penurunan, PERSAGI menilai upaya penurunan stunting perlu diperkuat dengan pendekatan jangka panjang.

Selama ini, pola makan masyarakat cenderung hanya membuat anak merasa kenyang.

Padahal, menurut Pedoman Gizi Seimbang, ada empat pilar yang harus dipenuhi: makan beragam, aktivitas fisik, minum air putih cukup, serta konsumsi buah dan sayur.

PERSAGI mengusulkan agar pendekatan gizi di Indonesia tidak hanya fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, tetapi diperluas hingga usia 19 tahun atau sampai lulus SMA.

Tujuannya agar remaja, sebelum berumah tangga, sudah memahami cara mencegah stunting dan kebutuhan gizi yang tepat.

Melalui momentum Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026 dengan tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku” menjadi kesempatan untuk menguatkan pesan gizi seimbang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas