Makan Sambil Berdiri: Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter
Makan sambil berdiri tidak masalah selama tubuh tetap tegak; yang berbahaya adalah makan sambil berbaring.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Makan sambil berdiri tidak masalah selama tubuh tetap tegak; yang berbahaya adalah makan sambil berbaring.
- Risiko utama bukan posisi, melainkan kebiasaan makan terburu-buru yang dapat mengganggu pencernaan.
- Untuk pencernaan optimal, makanlah perlahan dalam kondisi santai dan hindari aktivitas berat setelah makan.
TRIBUNNEWS.COM - Apakah makan sambil berdiri itu boleh? Ini penjelasan dokter.
Anda sibuk. Tanpa disadari, kebiasaan makan sambil duduk mulai hilang—sarapan di depan wastafel, makan siang di meja dapur. Mungkin Anda masih ingat nasihat orang tua bahwa makan sambil duduk itu “lebih baik.” Tapi benarkah demikian?
Pencernaan dan Peran Gravitasi
Mengutip Popular Science, dalam menjaga pencernaan yang baik, para ahli mengatakan kuncinya adalah bekerja bersama gravitasi, bukan melawannya. Baik duduk maupun berdiri sebenarnya tidak masalah, selama posisi tubuh tetap tegak. Yang paling tidak disarankan adalah makan sambil berbaring atau langsung berbaring setelah makan.
“Cara umum memicu gejala asam lambung adalah makan lalu langsung berbaring,” kata Dr. Carolyn Newberry, ahli gastroenterologi. “Asam lambung bisa naik kembali jika gravitasi tidak membantu mendorong makanan turun dengan benar.”
Biasanya, makanan membutuhkan sekitar dua jam atau lebih untuk berpindah dari lambung ke usus. Inilah sebabnya makan tepat sebelum tidur tidak dianjurkan.
Dilihat dari sisi gravitasi, makan sambil berdiri tidak jauh berbeda dengan duduk. Namun, masalah utamanya adalah orang cenderung makan sambil berdiri karena terburu-buru—dan di sinilah letak risikonya.
Baca juga: 5 Sayuran Terbaik untuk Kesehatan Jantung yang Wajib Dikonsumsi
Bahaya Makan Terburu-buru
Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, mungkin bukan hanya soal makanan, tetapi juga kecepatan makan.
Makan terlalu cepat dapat menyebabkan kembung, sakit perut, hingga makan berlebihan. Selain itu, Anda bisa menelan terlalu banyak udara dan tidak mengunyah makanan dengan cukup baik.
Sistem pencernaan bekerja optimal saat tubuh dalam kondisi santai. Karena itu, penting untuk makan dengan perlahan.
Dr. Newberry menyarankan untuk mengambil porsi kecil dan mengunyah dengan baik. “Proses pencernaan dimulai dari mulut,” jelasnya.
Makan perlahan juga membantu tubuh mengenali rasa kenyang. Hormon kenyang membutuhkan waktu sekitar 20 menit sejak mulai makan untuk memberi sinyal ke otak. Jika makan terlalu cepat, Anda berisiko makan berlebihan.
Jika terpaksa makan cepat, disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering, dengan kandungan protein tinggi.
Pentingnya Kondisi “Istirahat dan Cerna”
Masalah lain dari makan terburu-buru adalah tubuh cenderung tetap aktif bergerak. Makan sambil berjalan atau berlari tidak dianjurkan karena meningkatkan risiko tersedak dan gangguan pencernaan.
Perubahan posisi yang tiba-tiba setelah makan juga tidak baik.
“Jika Anda makan banyak lalu langsung berdiri atau bergerak cepat, Anda bisa merasa pusing karena perubahan aliran darah dan hormon,” kata Newberry.