Dokter Gizi Ungkap Tanda-Tanda Dehidrasi pada Jemaah Haji, Lansia Diminta Lebih Waspada
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Etisa mengingatkan jemaah haji agar mewaspadai tanda-tanda dehidrasi hingga heatstroke selama berada di Tanah Suci.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Dokter spesialis gizi klinik, Etisa Adi Murbawani mengingatkan jemaah haji agar mewaspadai tanda-tanda dehidrasi hingga heatstroke.
- Warna urine yang keruh atau kuning pekat serta jumlah urine yang berkurang disebut bisa menjadi tanda tubuh mengalami kekurangan cairan dan harus segera ditangani.
- Jemaah, terutama lansia, dianjurkan minum sedikit tetapi sering, menggunakan spray air, serta saling mengingatkan untuk menjaga hidrasi agar terhindar dari dehidrasi dan heatstroke.
TRIBUNNEWS.COM - Cuaca panas ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat membuat jemaah haji rentan mengalami dehidrasi hingga heatstroke selama berada di Tanah Suci.
Heat stroke (serangan panas) adalah kondisi darurat medis serius akibat suhu tubuh meningkat drastis karena paparan panas ekstrem.
Karena itu, jemaah diimbau lebih peka mengenali tanda-tanda kekurangan cairan agar kondisi tidak semakin parah.
Dalam program Oase Tribunnews, dokter spesialis gizi klinik subspesialis kelainan metabolisme, Etisa Adi Murbawani, menjelaskan banyak jemaah terlalu fokus beribadah hingga sering mengabaikan gejala awal dehidrasi.
Lantas, apa saja tanda-tanda dehidrasi atau heatstroke?
Tanda-Tanda Dehidrasi yang Mudah Dikenali
Dehidrasi adalah kondisi medis di mana tubuh kehilangan cairan dan elektrolit lebih banyak daripada yang masuk.
Menurut dr. Etisa, tanda paling ringan dari dehidrasi adalah rasa haus dan mulut mulai terasa kering akibat cuaca panas.
Namun, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.
“Yang pertama pasti kita akan kehausan ya, mulut terasa kering karena terik matahari,” jelasnya, dikutip dari YouTube Oase Tribunnews, Kamis (14/5/2026).
Selain itu, jemaah juga perlu waspada jika mulai merasa lemas, mengantuk, atau sulit fokus saat diajak berbicara.
“Diajak ngobrol mulai tidak nyambung, mengantuk, lemas. Nah, itu juga harus diwaspadai kemungkinan salah satu tanda dehidrasi,” katanya.
Baca juga: Tips Jaga Kesehatan Jemaah Haji: Gunakan Masker hingga Atur Pola Minum
Perhatikan Warna Urine, Bisa Jadi Tanda Kekurangan Cairan
dr. Etisa juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi urine sebagai indikator hidrasi tubuh.
Menurutnya, urine yang normal biasanya berwarna bening atau kuning terang.
Sebaliknya, urine berwarna kuning pekat dan jumlahnya berkurang dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.