Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelukis Gelar Aksi di Depan Pagar Parlemen

Aksi unjuk rasa dilakukan para seniman lukis di depan gedung DPR RI, Jakarta. Sebanyak sembilan pelukis Jakarta yang tergabung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi unjuk rasa dilakukan para seniman lukis di depan gedung DPR RI, Jakarta. Sebanyak sembilan pelukis Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Jakarta melakukan aksi tersebut lantaran mereka sudah tidak tahan lagi dengan tingkah laku DPR.

"Saya nggak mungkin diam saja. Ini karena kebencian, kita nggak tahan lagi makanya kita melukis rame. Dari kalangan seniman sangat tidak happy," ujar salah satu pelukis bernama Odji di depan gedung DPR RI, Rabu (27/4/2011).

Odji juga sempat menceritakan niatan DPR RI yang akan membangun gedung baru kepada para pelukis Jakarta lainnya, tapi teryata para pelukis lainnya tidak mengetahui informasi tersebut.

Ketika para pelukis mengetahui informasi yang diberikan Odji maka sontak para pelukis menolak keras gedung baru DPR RI itu. Tak hanya di situ, Odji menganggap jika ada permainan korupsi yang terjadi dalam pembangunan gedung baru.

"Saya sempat cerita ke mereka (pelukis lain) bahkan mereka tidak tahu. Menurut saya ini ada komisi yang dibagi-bagi. Di mana dengan Rp 1,6 miliar ini gedung ini mewahnya luar biasa," jelasnya.

Bahkan, lanjut Odji dirinya merasa aksi para pelukis kurang sesuai dengan tindakan DPR RI yang menindas rakyat. Ia mengaku lebih ingin membawa 50 mobil ditinja untuk di DPR ketimbang melukis di depan DPR RI.

"Sebenarnya saya maunya ke sini bawa mobil tinja. Saya sudah tidak bisa ngomong halus, ini tai lebih pantas, mereka anjing. Mereka (DPR RI) lebih parah dari koruptor, kemesuman mereka lebih parah. Mereka enak-enakan pake duit kita. Kita sudah minta pelukis lain datang ke sini, tapi tidak bisa semua karena mencari nafkah," tutur Odji sambil emosi.

Hal serupa disampaikan pelukis lain, MPU H Hardi, yang merasa DPR RI saat ini telah menunjukan sikap arogansi.

"Mereka bisa panggil siapa saja seolah mereka berkuasa, tapi mereka mengkhianati rakyat," ucap Hardi.

Hardi melanjutkan, apalagi dengan kasus jalan-jalan kunjungan ke luar negeri, polemik pembangunan gedung baru, pornografi, korupsi, dan legilasi yang mandek alias tak rampung-rampung membuat citra DPR kian parah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas