Ical Pertanyakan Hilangnya Pendidikan Pancasila
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie mempertanyakan hilangnya pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara.
Editor:
Ade Mayasanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie mempertanyakan hilangnya pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara. Sehingga gerakan Negara Islam Indonesia(NII) bisa muncul.
"Saya mempertanyakan kenapa pendidikan Pancasila hilang di dunia pendidikan," ujar Ical dalam pidato pelantikan Gerakan Muda (Gema) Musyawarah Kekeluargaan dan Gotong Royong (MKGR) di Hotel Sultan, Sabtu (7/5/2011).
Ical, juga mengaku kaget oleh hilangnya kurikulum pendidikan Pancasila di tingkat dasar. Karena itulah dia langsung berbicara kepada wakil Partai Golkar di DPR bertanya soal hal tersebut.
"Saya tanya langsung ke Pak Rully (Rully Chairul Azwar, Wakil Ketua Komisi X," jelasnya.
Saat itu menurut Ical, Rully menyampaikan kepadanya bahwa pendidikan Pancasila tetap ada, namun menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan. Ical menyayangkan hal tersebut.
"Pendidikan Pancasila tidak bisa dikerdilkan di satu bagian," tegasnya.
Sebagai dasar negara, lanjut Ical, Pancasila adalah jati diri bangsa. Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa melalui pemikiran yang mendalam. Posisi Gema MKGR yang diisi para pemuda bangsa harus menjadi yang terdepan untuk mempertahankan Pancasila.
"MKGR harus menolak pengerdilan Pancasila," seru Ical.
Ketua Umum MKGR Priyo Budi Santoso juga menyatakan keprihatinan yang sama. Akibat pendidikan pancasila yang kurang, saat ini Indonesia menyaksikan terjadinya degradasi nasionalisme.
"Saat ini radikalisme menjamur, termasuk pandangan agama yang sempit," jelas Priyo.
Priyo juga kecewa pendidikan pancasila di dunia pendidikan telah dihapus. Harus ada perubahan atas situasi ini.
"Gema MKGR harus siap mengawal perubahan. Kalau bukan anda, siapa lagi," tandasnya.