Radikalisme Tak Pernah Ada di Pesantren
Staf khusus Menteri Agama, Husnan Bey Fananie menegaskan, radikalisme itu tidak pernah ada dalam lembaga pendidikan Islam
Penulis:
Iwan Taunuzi
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Seharusnya pemerintah Indonesia memberikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada dunia pendidikan Islam terutama pesantren dan madrasah," kata Husnan melalui telepon selulernya, Jumat (13/5/2011).
Pesantren dan Madrasah, ia menambahkan, sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Bahkan dalam konteks kemerdekaan, dunia pendidikan Islam telah mengambil peran penuh dan ikut berpartisipasi dalam memerdekakan republik ini.
"Merupakan kesalahan dan kekeliruan jika ada opini yang mengatakan bahwa Pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya adalah tempat persemaian bibit-bibit radikalisasi. Sebaliknya, pesantren berperan sangat dominan dalam mencetak kader-kader bangsa," tandasnya seraya mengatakan dihampir seluruh founding fathers negeri ini berasal dari lembaga pendidikan Islam.