NII Tidak Pernah Jadi Anak Intelijen
Pengamat intelijen, Wawan Purwanto prihatin, atas pandangan masyarakat yang mengaitkan Negara Islam Indonesia (NII) Kw IX sebagai permainan intelijen.
Penulis:
Iwan Taunuzi
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat intelijen, Wawan Purwanto prihatin, atas pandangan masyarakat yang mengaitkan Negara Islam Indonesia (NII) Kw IX sebagai permainan intelijen. Tudingan tersebut sangat tidak mendasar. Apalagi, disebut-sebut hubungan mesra NII dengan intelijen sempat mesra saat Hendropriyono menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
"Kalau dari pandangan saya, NII tidak pernah menjadi anak intelijen. Intelijen datang ke sana bukan berniat untuk menjadikan dia anak atau peliharaan tapi upaya merangkul," ujar Wawan Purwanto kepada Tribunnews.com melalui telepon selulernya, Senin (23/5/2011).
Menurutnya, kedatangan Hendropriyono ke Al Zaytun bertujuan untuk merangkul agar mereka kembali bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu dilakukan agar ideologi yang tertanam tidak meluas ke masyarakat.
"Jadi yang mengatakan NII itu dipelihara, apalagi untuk mendiskreditkan NII asli (DI/TII Kartosuwiryo) tidak mendasar," tandasnya.