Ada Provakator di Balik Aksi Penghadangan Warga Dompu
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menengarai ada provokator di balik penghadangan warga Dompu, Bima.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rabu (13/7/2011) pukul 00.00 WITA, warga sempat memblokir Jalan Negara, Dompu, jalan yang hendak dilalui mobil jenazah Firdaus, korban ledakan di Pondok Pesantren Umar Bin Khatab, Bima.
Setelah dilakukan negosiasi antara Kapolres Dompu dan perwakilan pihak warga, akhirnya pemblokiran tersebut bisa dibubarkan. "Tadi malam jam 12, di Jalan Negara, Desa Oku, Dompu, masyarakat yang memblokir Jalan Negara sudah berhasil bubar, setelah negosiasi dengan Kapolres Dompu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/7/2011).
Kepada polisi yang mengawal iring-iringan mobil Jenazah tersebut, warga minta jenazah Firdaus dikembalikan ke pesantren Umar bin Khatab. "(Pemblokiran) karena masyarakat ingin mengambil jenazah, supaya dipulangkan kembali ke pesantren itu. Maka diblokir jalan itu," ujar Anton.
Menurut Anton, saat itu rencananya jenazah seusai divisum akan diserahkan petugas ke pihak keluarga yang ada di Dompu. Namun, terkendala akibat pemblokiran jalan tersebut.
Dan sampai saat ini, lanjut Anton, jenazah masih berada di Rumah Sakit. "Masih dijaga anggota Polri," katanya.
Anton menambahkan, diduga ada provokator sehingga petugas mendapat hadangan disertai aksi lempar batu, saat membawa jenazah Firdaus ke kampung halamannya itu. Apalagi, warga yang memblokir jalan tersebut adalah warga di luar pesantren Umar Bin Khatab. "Jelas (provokasi) tetap ada," imbuhnya.