Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemiskinan Adalah Persemaian Konflik Horizontal

Seorang pemimpin umat di Indonesia harus memiliki pola pikir yang berwawasan pluralisme.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Hal lain diungkapkan oleh Basuki Tjahya Purnama atau Ahok, ia mengatakan Pastor jangan alergi pada politik, karena selama ini gereja ketika ada peristiwa justeru menjauh dari politik, sehingga ketika terjadi ketidakadilanpun mereka tidak mau bersuara, karena seolah-olah persoalan ini bukan  urusannya, dan mereka masih beranggapan bahwa gereja hanyalah melakukan kegiatan bhakti sosial semata.

“Kita hidup bernegara berhak untuk memeluk agama apapun tapi ketika kita bernegara harus menjadi satu dalam payung Pancasila. Bukankah dalam sila kelima bunyinya “keadilan sosial”, tapi dalam hidup bernegara di Indonesia, gereja harus berprinsip pada Pancasila. Tapi apabila gereja hanya melakukan bantuan sosial semata, maka bukankah justeru itu melanggar sila ke lima,” katanya.

Karena lanjut Ahok, kalau gereja hanya melakukan bantuan sosial itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun harus melawan ketidakadilan itu. “Ingatlah di sila kelima bunyinya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan rakyat seagama,” ucapnya.

Terkait adanya seminar ini, ia manambahkan, kegiatan ini merupakan awal yang baik di Seminari, dan untuk calon tokoh-tokoh muda di sini, kata Ahok,  jangan takut menyuarakan kebenaran, tidak boleh takut memperjuangkan Pancasila. “Saya berharap seluruh agama di Indonesia ini apapun alirannya, kalau mau ada di Indonesia harus mau memperjuangkan Pancasila terutama sila ke lima. Bagaimana bisa mengajarkan agama yang baik kalau dirinya sendiri tidak mengamalkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, Sumarya Sj menjelaskan seminar ini diselenggarakan dalam rangka 100 tahun Seminari St Petrus Canisius Mertoyudan Magelang yang jatuh pada tahun 2012 mendatang.

Sebagai sekolah yang mengkhususkan diri untuk mendidik para calon pastur (imam,romo) dipandang perlu untuk mempersiapkan anak didik berwawasan pluralisme. Maka para calon pastur di masa depan dapat membawa umatnya ke suatu sikap toleransi, saling menghargai di antara keberagamaan dan kepercayaan di Indonesia. Jika seluruh calon-calon pemuka agama di Indonesia mendapatkan pendidikan pluralisme sejak dini, maka konflik horisontal yang berlatarbelakang agama dapat terhindari.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas