Peran Pers Diuji Dalam Kasus Ambon
Konflik antar kelompok yang terjadi di Ambon bisa meluas dan membesar jika semua pihak, termasuk pers tidak hati-hati dalam menyikapinya.
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik antar kelompok yang terjadi di Ambon Minggu (11/9/2011) kemarin bisa meluas dan membesar jika semua pihak, termasuk pers tidak hati-hati menyikapinya
Di satu sisi, pers dengan kecepatan informasinya telah membuka pengetahuan masyarakat akan apa yang terjadi dan juga menggerakkan masyarakat akan apa yang harus dilakukan.
"Pers melalui investigasinya juga bisa membatasi gerak jika ada pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh. Namun di sisi lain, pers juga harus hati-hati agar tidak melakukan pola pemberitaan yang justru bisa memicu perluasan dan pembesaran konflik," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Senin (12/9/2011).
Mahfudz menyebut, pengungkapan kembali potret konflik berdarah Ambon pada masa lalu secara berulang-ulang justru membuka luka lama.
"Pola pemberitaan seperti ini akan menguak kembali trauma masyarakat Ambon dan Maluku terhadap konflik masa lalu yang masih dalam tahap pemulihan," ujarnya