100 Personel Diturunkan Polres Bandara Soekarno-Hatta
Mengantisipasi masuknya bahan-bahan peledak ke Jakarta, setelah peristiwa ledakan bom bunuh diri di Solo, Polres Bandara
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengantisipasi masuknya bahan-bahan peledak ke Jakarta, setelah peristiwa ledakan bom bunuh diri di Solo, Polres Bandara Soekarno Hatta mulai melakukan peningkatan keamanan dengan menurunkan 100 personilnya dibantu dengan personel Brimob Polda Metro Jaya.
"Pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta terus kita tingkatkan sebagai antisipasi adanya ledakan bom di Solo ini," ungkap Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Reinhard Silitonga kepada wartawan, Senin (26/9/2011).
Pengamanan dilakukan secara tertutup dan terbuka dengan menurunkan polisi yang berseragam dan berpakaian preman. Fokus pengamanan dilakukan di Terminal I, II, dan III untuk tujuan keberangkatan maupun kedatangan domestik dan luar negeri. "Pemeriksaan rutin dilakukan oleh petugas sekuriti internal dari PT Angkasa Pura II dengan menggunakan X-ray,"ucapnya.
Pihak kepolisian saat ini sudah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II untuk peningkatan pengamanan ini. "Kita koordinasikan kepada Aangkasa Pura II agar segera melaporkan ke kepolisian bila ditemukan barang-barang mencurigakan entah itu narkoba, senjata api, senjata tajam maupun barang berbahaya lainnya," terangnya.
Sebelumnya sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri terjadi di Gereja Kepunton Solo pada Minggu (25/9/2011) sekitar pukul 10.55 WIB. Akibat ledakan itu, terduga pelaku bom bunuh diri yang mengenakan rompi, kemeja putih dan celana panjang, tewas di depan pintu masuk gereja, dengan bagian perut hancur.
Sejumlah jemaat gereja juga mengalami luka berat dan ringan akibat ledakan tersebut.Saat ini, kepolisian tengah menyelidiki dan mengejar orang-orang di balik aksi teror tersebut.