Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bom Solo Diduga Pengalihan Isu

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsy mengecam keras dengan dalih apapun motif dibalik bom Solo,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsy mengecam keras dengan dalih apapun motif dibalik bom Solo, Minggu (25/09/2011) kemarin. Aboebakar kemudian mengecam sikap intelejen yang ia anggap lamban sehingga aksi terorisme kembali terjadi.

"Saya sangat mengecam tindakan tersebut. Saya melihat fungsi intelijen kita tidak efektif, kemana saja mereka? Kemarin terjadi bom Solo, kemarin bentrokan wartawan dengan pelajar, konflik ambon, konflik klungkung, semua terjadi pada bulan ini. Ada apa ini?" Aboebakar mempertanyakan, Senin (26/09/2011).

Aboebakar kemudian berani menduga fungsi deteksi dini sedang tidak dijalankan, akibatnya konflik, kerusuhan dan bom meletus. Atau jangan-jangan, berbagai aksi ini sengaja dibiarkan oleh mereka karena maksud tersebut

Kalau benar, maka rakyat akan berspekulasi bahwa negara tengah melakukan pembiaran terhadap keamanan rakyat Indonesia yang merupakan hak dasarnya. Kemudian Rakyatpun akan menduga bahwa semua ini upaya pengalihan isu," kecam Aboebakar.

"Isu century makin menguat, mafia pemilu dan Nazarudiin semakin menguat, tak salah bila banyak pihak menduga terjadi pengalihan isu.  PKS memandang ini perbuatan biadab. Tidak ada ajaran dalam Islam yang demikian, sungguh nista orang yang melakukan teror atas dasar ajaran sebuah agama, sebab Agama ini mengajarkan kasih sayang dan rahmatan lil alamin," katanya lagi.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang terjadi, kata Aboebakar lagi berharap,  kepada aparat penegak hukum yang gajinya dari rakyat, segera mengusut tuntas kasus ini secara profesional. "Rakyat semua ingin hidup aman tanpa ancaman teror," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas