Billy Pilih Selamatkan Kitab Suci
ABK asal Indonesia Billy Tangkalisan memilih menyelamatkan barang tak berharga seperti paspor atau uang yang ia selamatkan. Ia memilih kitab suci.
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ketika tidak semua orang bisa menyelamatkan barang berharganya, ABK asal Indonesia Billy Tangkalisan justru mendapat kesempatan itu. Namun, bukan barang berharga seperti paspor atau uang yang ia selamatkan.
"Saya keluar kamar, pertama kali yang saya selamatkan adalah kitab suci. Kalau barang-barang lain saya abaikan," cerita Benny ketika kapal pesiar Costa Concordia menabrak karang di malam 13 Januari kepada Tribun, Jumat malam.
Benny mengaku, saat Costa Concordia menabrak karang, dirinya sudah lepas kerja dan memilih berisitirahat di deck zero, ruangan untuk ABK yang bekerja di deck. Namun, kapal yang bergoyang hebat setelah menabrak karang membuatnya terbangun.
Ia langsung naik ke atas deck dan menurunkan life boat nomor 19, di mana Benny sebagai chief life boat. Pria asal Manado ini mengaku tak tahu sudah berapa banyak penumpang yang ia bawa dari kapal menuju daratan.
Ketika kapal bergoyang hebat, Benny masih sempat dua kali sms kepada istrinya di Manado. "SMS itu sampai sekarang masih saya simpan. Kejadian itu 100 tahun setelah kejadian Titanic tenggelam. Harinya sama, tanggalnya sama," terangnya.
Dikatakan Benny, evakuasi berlangsung cepat. Di beberapa life boat penumpang yang diselamatkan ada yang melebihi kapasitas seharusnya yakni 150 orang. Sekitar satu jam setengah ia bolak-balik dari kapal ke daratan. Aksinya disambut ucapan terimakasih para penumpang.
"Saya seorang pelaut. Pelaut Indonesia dibanggakan. Saya di port (pelabuhan) dipeluk-peluk sama passenger. Makanya pelaut asal Indonesia terbuka lebar kembali ke Costa. Karena orang kita rajin," imbuhnya.