Tanggapi Trump, Zelenskyy Bantah Halangi Negosiasi Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Zelensky menanggapi Trump dan membantah bahwa Ukraina menghalangi negosiasi Rusia-Ukraina untuk mengakhiri perang, sebut salah Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Zelensky menanggapi pernyataan Trump yang menyebut dirinya menghambat perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
- Ukraina membantah menghalangi proses negosiasi, menegaskan bahwa serangan Rusia menunjukkan bahwa Moskow tak ingin mengakhiri perang.
- Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.423, ketika Rusia melanjutkan serangan terhadap fasilitas energi di Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina bukanlah penghalang perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
Ia menolak komentar yang dibuat sehari sebelumnya oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Kami juga membicarakan kerja sama diplomatik dengan Amerika – Ukraina tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi penghalang perdamaian,” kata Zelenskyy dalam pidato video hariannya, Kamis (15/1/2026) malam, merujuk pada percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Zelenskyy mengatakan serangan berkelanjutan Rusia terhadap lokasi energi Ukraina dan target lainnya adalah bukti nyata mengapa negosiasi terhambat.
Menurutnya, hal itu menunjukkan Rusia tidak menginginkan perdamaian.
“Justru rudal-rudal Rusia, 'Shahed' Rusia (drone), dan upaya Rusia untuk menghancurkan Ukraina adalah bukti nyata bahwa Rusia sama sekali tidak tertarik pada perjanjian,” katanya, lapor Strait Times.
Zelenskyy kemudian berjanji bahwa Ukraina akan mengejar upaya diplomatik dengan lebih aktif.
Sementara di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia setuju dengan Trump bahwa Zelenskyy menghambat kesepakatan, dan menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan negosiator Rusia tetap terbuka untuk berdialog.
Sebelumnya, Reuters merilis wawancara dengan Trump di Gedung Putih, di mana Trump mengatakan Ukraina kurang siap dibandingkan Rusia untuk mencapai kesepakatan.
Ketika ditanya mengapa negosiasi yang dipimpin AS belum menyelesaikan perang yang hampir berlangsung selama empat tahun itu, Trump menjawab. "Zelenskyy."
Presiden dari Partai Republik itu mengatakan semua pihak membutuhkan persetujuan Zelenskyy untuk melanjutkan negosiasi.
Baca juga: Negosiasi Rusia-Ukraina Terhambat, Trump: Ini Karena Zelenskyyy
Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.423 pada Jumat (16/1/2026).
Perang Rusia–Ukraina pecah pada 24 Februari 2022 setelah Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke Ukraina. Invasi ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet. Setelah itu, Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang semakin berbeda. Dalam perkembangannya, Ukraina memilih untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Barat.
Langkah Ukraina yang ingin bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Ketegangan meningkat tajam pada 2014, setelah Revolusi Maidan yang menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dinilai dekat dengan Moskow.