Di Balik Comeback Neymar ke Timnas Brasil, Ada Kesepakatan Khusus dengan Ancelotti
Ancelotti disebut menjelaskan secara terbuka kepada Neymar bahwa situasinya di Timnas Brasil kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Carlo Ancelotti melakukan “telepon perdamaian” kepada Neymar sebelum memasukkannya kembali ke skuad Brasil.
- Neymar menerima sejumlah syarat baru, termasuk tak lagi otomatis jadi kapten maupun starter utama Timnas Brasil.
- Brasil ingin membangun tim yang lebih disiplin dan kolektif menjelang Piala Dunia 2026 di bawah Ancelotti.
TRIBUNNEWS.COM - Kembalinya Neymar ke skuad Timnas Brasil menuju Piala Dunia FIFA 2026 ternyata tidak terjadi begitu saja.
Di balik keputusan Ancelotti memanggil Neymar itu, ada percakapan penting yang disebut sebagai "telepon perdamaian", seperti dilaporkan media Brasil Globo.
Percakapan tersebut disebut menjadi titik balik hubungan Neymar dengan Timnas Brasil setelah hampir tiga tahun jauh dari skuad Selecao akibat cedera, performa yang menurun, hingga berbagai kontroversi di luar lapangan.
Seperti dilansir Marca, Ancelotti melakukan panggilan video kepada Neymar empat hari sebelum pengumuman resmi skuad Brasil.
Dalam pembicaraan itu, Ancelotti didampingi direktur olahraga federasi Brasil, Rodrigo Caetano.
Namun yang paling menarik, Ancelotti tidak hanya memberi jaminan tempat kepada Neymar. Sebaliknya, pelatih asal Italia itu justru menetapkan sejumlah syarat tegas sebelum sang bintang kembali masuk tim nasional.
Neymar Tak Lagi Jadi Pusat Tim
Ancelotti disebut menjelaskan secara terbuka kepada Neymar bahwa situasinya di Timnas Brasil kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Neymar tidak lagi otomatis menjadi kapten tim. Bahkan, ia juga tidak dijamin langsung menjadi starter utama dalam sistem permainan yang sedang dibangun Ancelotti.
Ancelotti dalam penjelasannya terkait pemanggilan Neymar ini, juga mengisyaratkan hal itu.
"Dia memiliki peran yang sama dan kewajiban yang sama dengan 25 pemain lainnya. Dia bisa bermain, tidak bermain, keluar atau berada di bangku cadangan."
"Dia memiliki tanggung jawab yang sama dengan yang lain. Saya ingin jelas dan jujur. Dia akan bermain jika dia pantas mendapatkannya. Saya pikir penting untuk tidak menaruh semua harapan pada satu pemain," katanya.
Pernyataan itu dianggap menjadi pesan penting bahwa era Timnas Brasil yang terlalu bergantung pada Neymar mulai berubah.
Ancelotti ingin membangun skuad yang lebih kolektif, disiplin, dan seimbang menjelang Piala Dunia 2026.
Ada Aturan Baru dan Pembatasan Media Sosial
Tak hanya soal peran di lapangan, Neymar juga diberi penjelasan mengenai aturan baru di internal tim nasional Brasil.
Ancelotti dan federasi Brasil disebut ingin menciptakan lingkungan yang lebih disiplin dan tertutup dibanding era sebelumnya.