Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Puluhan Ribu Pegawai Ditjen Pas Berencana Polisikan Denny

Dugaan aksi penamparan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Denny Indrayana terhadap seorang petugas

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dugaan aksi penamparan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Denny Indrayana terhadap seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pekanbaru, Riau, Senin (2/4/2012) dini hari berbuntut panjang.

Puluhan ribu pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham mengancam untuk melaporkan Denny ke pihak kepolisian.

Demikian diungkapkan Dirjen Pas, Sihabuddin kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (3/4/2012).

Menurut Sihabudin, rencana pelaporan ke polisi tersebut murni atas reaksi para pegawai Dirjen Pas saat ini.

"Rekasi dari petugas lapas di seluruh Indonesia yang berjumlah 31 ribu orang meminta saya Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk berbuat. Kata mereka kalau teman sakit yang lain juga sakit. Ada kemungkinan akan melaporkan (Denny) ke polisi," kata Sihabuddin.

Tak hanya itu, pegawai dan petugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan juga akan melaporkan ajudan Denny yang juga diduga melakukan penamparan. "Ajudannya juga," ujarnya.

Terkait aksi penamparan tersebut, Dirjen Pas akan mengeveluasi inspeksi mendadak (Sidak) di Lapas Pekanbaru yang dilakukan Denny pada Senin (2/4/2012) lalu. Pasalnya, berdasarkan aturan, setiap sidak itu harus dilakukan dan menyertakan petugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan menyertakan perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Jelas dong (evaluasi). Itu kan MoU sidaknya antara Menkumham dengan BNN (Badan Narkotika Nasional). Tentu ada beberapa hal yang perlu kita kaji. Karena setiap sidak kami tak pernah diikutsertakan," sergahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Denny Indrayana membantah tegas adanya kabar yang mengatakan irinya telah melakukan tindakan kasar saat menangani petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru (PKU), Riau, Senin (2/4/2012) dini hari. Namun dirinya mengakui telah melakukan inspeksi dadakan (Sidak) ke beberapa Lapas di daerah termasuk di Pekanbaru.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas