Ketua KWI Ajak Ormas Katolik Perkuat Kolaborasi Lintas Elemen untuk Hadapi Tantangan Nasional
Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto ajak ormas Katolik perkuat kolaborasi lintas elemen hadapi tantangan kebangsaan.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin mengajak ormas Katolik memperkuat kolaborasi lintas elemen bangsa menghadapi tantangan nasional.
- Ajakan disampaikan saat HUT ke-10 Vox Point Indonesia di Jakarta.
- Ia menekankan pentingnya solidaritas, integritas, dan kontribusi nyata umat Katolik bagi bangsa
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengajak seluruh organisasi masyarakat Katolik untuk memperkuat kolaborasi lintas elemen bangsa.
Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas tantangan nasional yang semakin kompleks, mulai dari isu kebangsaan, sosial, hingga moral.
Menurut KWI, kerja sama lintas sektor menjadi kunci menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta memastikan kontribusi nyata umat Katolik dalam pembangunan Indonesia.
"Tentu tidak mudah ketika mulai berkembang hingga saat ini,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan oleh Mgr. Anton saat memimpin Perayaan Ekaristi Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-10 Vox Point Indonesia yang digelar di Aula Radio Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Dalam sambutannya, Ketua KWI mengapresiasi konsistensi pelayanan Vox Point Indonesia selama satu dekade di bidang sosial, politik, dan kemasyarakatan, meskipun harus melewati berbagai dinamika politik nasional yang menantang.
“Ada dinamika yang luar biasa memiliki dinamika politik di mana dalam perjalanan 10 tahun ada pemilihan kepala daerah, ada pemilihan kepala pemerintahan. Disitulah terjadi dinamika. Kita diuji integritas moral spiritual kita. Bagaiamana kita harus mampu mewujudkan nilai-nilai Injil dan sila-sila Pancasila," kata dia.
Secara khusus, Mgr. Anton menekankan pentingnya keterlibatan aktif Vox Point Indonesia dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan situasi nasional.
"Dan sungguh semoga dalam keadaan saat ini ketika 10 tahun (Vox Point Indonesia) orang berkata bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, inilah kesempatan bagaimana Vox Point Indonesia terlibat dengan berbagai unsur, semua anak bangsa yang berkehendak baik untuk memperbaiki situasi," tegas dia.
Baca juga: Forum Lintas Generasi Temui KWI, Bahas Isu Krisis Moral dalam Bernegara
Sebagai wujud nyata kontribusi aktif bagi bangsa, Mgr. Anton bersama Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati turut meluncurkan karya terbaru berupa Program Digital Storytelling untuk Perkuat Literasi Anak Indonesia.
Program berbasis digital ini menyediakan konten dongeng melalui kanal "Kisah Santo bersama Ki Petrus" serta "Cerita Rakyat Nyi Dayat" yang dapat diakses masyarakat luas di platform media sosial TikTok, Instagram, dan YouTube.
Program literasi ini digagas oleh Wakil Ketua Umum Vox Point Indonesia sekaligus pemerhati pendidikan nasional, Indra Charismiadji. Menurut Indra, gagasan ini lahir dari keyakinan bahwa dongeng memiliki pengaruh besar dalam membangun karakter dan daya nalar anak di era digital.
“Einstein sudah mengingatkan bahwa dongeng bukan sekadar hiburan. Dongeng adalah pintu masuk bagi imajinasi, rasa ingin tahu, kemampuan berbahasa, daya nalar, dan pembentukan karakter anak. Pertanyaannya, bagaimana pesan itu kita terjemahkan di era digital? Anak-anak hari ini hidup di ruang digital. Karena itu, kita perlu menghadirkan dongeng, kisah keteladanan, dan cerita rakyat ke dalam format yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Indra.