Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

ICW Akan Serahkan Bukti Kecurangan ke Kemdikbud

Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Indonesian Coruption Watch, (ICW), Febry Hendry, mengatakan pembocoran soal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Indonesian Coruption Watch, (ICW), Febry Hendry, mengatakan pembocoran soal Ujian Nasional (UN) adalah bagian dari tindak pidana, pembocoran rahasia negara.

Saat ditemui di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/04/2012), ia mengatakan bahwa soal ujian merupakan rahasia negara, dan jelas tulisan tersebut tertera di lembar soal.

ICW sendiri telah menemukan sejumlah bukti mengenai kebocoran soal UN mata pelajaran Matematika tingkat SMP yang digelar kemarin, Rabu (25/04/2012), pada sekolah di wilayah Jabodetabek.

Data bocoran soal matematika yang ditemukan ICW, memiliki kecocokan lebih dari 60 persen, dari total 40 soal UN, kode soal A69, B71, C86, D45 dan E57. Menurut Febry, jawaban tersebut tidak dibuat akurat 100 persen, untuk menghindari kecurigaan, yang bisa membongkar kecurangan itu.

"Rencananya kita akan menyerahkan bukti-bukti tersebut ke Kemendibud (Kementrian kebudayaan dan Kebudayaan) besok (27/04), kita lihat reaksi pemerintah," ujarnya.

Salah satu bukti yang ia bawa adalah secari kertas selebar 5 sentimeter dan panjang sekitar 15 sentimeter, berisi kunci jawaban yang diketik rapih menggunakan komputer.

Tujuan ICW menurutnya adalah membuktikan kepada kementrian, bahwa proyek UN yang berlangsung terbukti tidak efektif, dan harus dievaluasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas