Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Umar Patek yang Terpaksa Terlibat Bom Bali

Umar Patek selalu merasa berat bila harus menolak permintaan Dulmatin. Sebab, Dulmatin kerap kali membantunya dalam urusan risiko dapur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi

Lantas, Umar Patek kembali ke kamar dan tidak pernah membantu lagi, bahkan pada saat perakitan pun ia hanya melihat.  

"Selain karena berat hati, fisik saya pun juga tidak mungkin mengangkat barang seberat itu," cetusnya.

Setelah selesai, ia pun pulang lebih awal ke Solo menggunakan bis. Kemudian, ia baru mengetahui ada peledakan bom dari televisi.

"Saya sedih dan menyesali kejadian itu, karena sebelumnya saya sempat menentang," tukas Patek. (*)

Berita Nasional Terkini

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas