Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Daoed Joesoef Tuntut Pemerintah Hapus RSBI

Perdebatan mengenai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) kembali berlangsung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdebatan mengenai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) kembali berlangsung.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daoed Joesoef, RSBI dinilai melanggar hak konstitusi.

"Saya menentang sistem pembelajaran di RSBI. Oleh karenanya, saya menuntut supaya pemerintah secepatnya meniadakan keberadaan RSBI Indonesia," kata Daoed sebagai saksi ahli dalam persidangan uji materi Pasal 50 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2012).

Menurut Daoed, ada beberapa alasan dalam model pembelajaran RSBI yang tidak sesuai UUD 1945 yakni, pertama, mengenai penggunaan bahasa asing dalam proses belajar mengajar.

"Penggunaan bahasa asing atau bahasa Inggris telah melanggar UUD 1945 yang menegaskan bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia," kata Daoed.

Kemudian, Daoed melanjutkan, ada kekeliruan besar yang dilakukan para perumus dan pengambil kebijakan dalam membentuk RSBI. Menurutnya, dalam pembangunan pendidikan, tidak boleh dipengaruhi oleh penguasaan bahasa asing.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pendidikan di negara maju itu karena menghayati nilai-nilai kemajuan zaman. Tidak terpengaruh oleh penguasaan bahasa asing," kata Daoed.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas