Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Sita Dokumen di Kantor Adhi Karya dan Wika

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami adanya indikasi keterlibatan oknum di perusahaan pemenang tender proyekarat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami adanya indikasi keterlibatan oknum di perusahaan pemenang tender proyek pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Pascapenetapan tersangka Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, KPK menggeledah kantor KSO Adhi Karya-Wijaya Karya di lokasi proyek SON Bukit Hambalang.

Hal ini pun dibenarkan Direktur Penyidikan KPK Wairh Sardono disela-sela buka puasa bersama di auditorium KPK, Jakarta, Selasa (1/8/2012).

"Iya benar, kami melakukan penggeledahan di Kantor KSO Adhi-Wika di sekitar Hambalang," kata Warih.

Dalam penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen dan berkas yang dinilai memiliki keterkaitan penyidikan kasus senilai Rp 2,5 triliun itu.

Sayangnya, Warih enggan memberikan keterangan lebih detail soal penggeledahan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Hasil penelusuran Tribunnews.com, penggeledahan itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti dugaan korupsi pada proyek konstruksi SON senilai Rp 1,4 triliun.

Selain itu, KPK juga menelusuri keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini, termasuk dugaan pihak yang disuap hingga anggaran megaproyek ini resmi dikucurkan.

Sementara, sejumlah pihak dari Adhi Karya dan Wijaya Karya kerap disebut sebagai pemberi suap dalam kasus ini. Namun, berkali-kali hal itu dibantah para saksi seusai menjalani pemeriksaan di kantor KPK.

KLIK JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas