Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Agama Kutuk Penyerangan Umat Syiah di Sampang

Menteri Agama, Suryadharma Ali mengutuk kerusuhan dan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap sekelompok santri

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama, Suryadharma Ali mengutuk kerusuhan dan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap sekelompok santri pengukut Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Kabupaten Sampang Madura, Minggu (26/8/2012).  Menteri menegaskan bahwa tindak kekerasan atas nama apapun, termasuk atas nama agama atau perbedaan aliran keagamaan, tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, agama mengajarkan kedamaian, dan tidak mengajarkan kekerasan.

"Perbedaan pendapat dalam beragama memang ada, termasuk perbedaan pandangan antara mazhab Syiah dan Sunni. Hal itu harus diselesaikan lewat dialog yang konstruktif dan penuh persaudaraan," kata Menteri Agama dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin(27/8/2012).

Suryadharma Ali juga menyerukan agar penyelesaian permasalahan di Sampang hendaknya dilakukan melalui dialog. Untuk itu, lanjut Suryadharma Ali, dirinya meminta kantor wilayah Kementerian Agama setempat dapat memfasilitasi dialog tersebut.

Menteri Agama juga meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas setiap oknum yang terlibat dalam kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa siapapun yang terlibat, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Lebih jauh Suryadharma Ali juga mengimbau agar semua pihak senantiasa mengedepankan sifat toleransi dan prinsip persaudaraan antar sesama agama (ukhuwwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwwah wathaniyyah), serta persaudaraan sesama manusia (ukhuwwah basyariyah).

Oleh karena itu, Menag menegaskan, bahwa penyelesaian lewat tindak kekerasan harus dihindari.

“Prinsip dasarnya, kekerasan atas nama apa pun dan dengan dalih apa pun, tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait: Kerusuhan Sampang

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas