Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Beda Intelijen Dulu dan Sekarang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut intelijen lemah dalam konflik terbuka antara dua kelompok Islam berbeda mahzab,

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut intelijen lemah dalam konflik terbuka antara dua kelompok Islam berbeda mahzab, Sunni dan Syiah, di Sampang Madura Jawa Timur.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin, menegaskan fungsi intelijen sekarang dengan zaman orde baru berbeda.

Di orde baru, menurut Hasanuddin, intel adalah eksekutor yang bisa melakukan kegiatan operasional apapun. Namun kini  fungsi intel terbatas dalam  mencari, mengumpulkan, menganalisa dan menyimpulkan informasi.

"Kesimpulannya diberikan kepada para eksekutor seperti kepala daerah baik Gubernur, Bupati, Walikota atau Kapolres , Dandim  untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan yang tepat," kata Hasanuddin kepada pers, Selasa (28/8/2012.

Politisi PDIP ini berpendapat kasus Sampang terjadi disebabkan tiga faktor.  Pertama, ada kemungkinan intelijen sudah bekerja dengan profesional dan menyampaikan hasilnya tidak direspon atau ditindaklanjuti eksekutor.

Kedua, lanjut Hasanuddin, aparat intelijen bekerja tidak optimal karena lemahnya  kemampuan dalam mengumpulkan dan menganalisa data.

"Akibatnya eksekutor pun keliru dalam membuat keputusan," katanya .

Rekomendasi Untuk Anda

Ketiga menurut Hasanuddin bisa jadi tidak adanya kordinasi antara aparat intelijen  dengan pemerintah sehingga mereka berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas