Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Kebijakan Penyebab Kemiskinan di Indonesia

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, ada tiga kebijakan yang menjadi penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mochamad Faizal Rizki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, ada tiga kebijakan yang menjadi penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia.

Salah satu penyebabnya adalah kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat kecil (wong cilik).

Rokhmin Dahuri, Ketua Bidang Perikanan dan Kelautan DPP PDIP, mempresentasikan tiga penyebab kemiskinan di Indonesia.

Pertama, kemiskinan alamiah yang disebabkan oleh faktor alam, seperti miskinnya sumber daya alam.

"Di Indonesia terdapat beberapa daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Namun, secara umum Indonesia kaya sumber daya alam," kata Rokhmin dalam presentasinya di hadapan delegasi Partai Komunis Tiongkok, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Penyebab kedua, lanjutnya, kemiskinan kultural, yakni disebabkan oleh budaya atau etos kerja seseorang, seperti malas, boros, dan susah menerima inovasi.

Faktor ketiga, kemiskinan struktural, yang disebabkan kebijakan pemerintah yang salah, atau tidak memihak kepada rakyat.

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, ada 80 persen kebijakan pemerintah yang salah, dan inilah yang membuat angka kemiskinan di Indonesia tetap tinggi.

"Dua pendekatan yang ditujukan untuk memerangi kemiskinan, yakni pada grass root (akar rumput), meningkatkan kapasitas rakyat miskin, seperti memberikan materi dan non materi yang diberikan secara langsung," jelasnya.

Pemerintah, tuturnya, juga wajib menciptakan kondisi politik dan ekonomi yang stabil.

"DPR harus mendorong kebijakan yang pro terhadap rakyat," ucapnya. (*)

BACA JUGA

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas