Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi yang Mau Tangkap Kompol Novel Juga Punya Masalah

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Dedy Irianto, rupanya tersangkut satu masalah tiga bulan lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Dedy Irianto, yang memimpin usaha penangkapan penyidik KPK Kompol Novel Baswedan, rupanya tersangkut satu masalah tiga bulan lalu.

Dia memimpin operasi yang berujung pada tewasnya seorang pelaku kejahatan yang ditembak anggota polisi. Peluru melukai mata korban, dan bersarang di kepala.

Edi Purwanto alias Edi Bagong, warga Desa Blitar, Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu tewas. Seorang korban lainnya mengalami luka di kaki.

Berdasarkan tayangan streaming rakyatbengkulutv.com, Kombes Dedy Irianto memberikan pernyataan dalam peristiwa ini.

"Kami kemarin melakukan patroli bersama. Kami tidak mau keamanan terganggu, dan kami kan melindungi masyarakat yang lain," ujar Deddy dalam tayangan yang disiarkan 12 Juli 2012 .

Kombes Dedy keberatan hal itu disebut sebagai penembakan. Sebab, penembakan mengandung makna salah sasaran.

"Ini bukan terjadi penembakan. Memang terjadi curat (pencurian disertai pemberatan). Kalau penembakan berarti salah sasaran, tapi ini curat. Anda bisa bayangkan, sekarang di polres sudah ada dua bus, dan itu terjadi setiap malam. Kalau tidak terpaksa kami tidak melakukan itu," kata Dedy.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan, saat itu perlawanan dari puluhan pelaku perampokan.

"Bukan melakukan penembakan, kami menembak pelaku, karena TKP ada di situ dengan pelaku sekitar 30 orang," ucap Dedy.

Saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (7/10/2012), Kombes Dedy tidak berkenan menjawab.

"Maaf ini sudah malam, besok saja ya," katanya melalui saluran telepon.

Senin (8/10/2012), saat ditelepon dan di-SMS, Kombes Dedy tidak menanggapi.

"Silakan aja langsung ke Kabid Humas, pak," tulis Kombes Dedy melalui SMS.

Kabid Humas Polda Bengkulu Hery Wiyanto pun mengakui, penembakan Edi dilakukan anggota polisi.

"Terjadinya penembakan karena sebelumnya pelaku yang berjumlah sekitar 30 orang melakukan pelemparan ke arah mobil anggota polisi, yang juga Timsus Polda Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse kriminal Umum Kombes Dedy Irianto," jelas Hery seperti dikutip dari laman yang sama.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas