Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kasus PLN Lebih Besar dari Kasus Century

Dalam RDP tersebut, DPR ingin membahas temuan Badan Pemeriksa Keuangan Rp 37 triliun dari PT PLN (Persero).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang sudah beberapa  kali mangkir mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), banyak mendapat kecaman dari anggota DPR di Komisi VII. Dalam RDP tersebut, DPR ingin membahas temuan Badan Pemeriksa Keuangan Rp 37 triliun dari PT PLN (Persero).

Anggota Komisi VII dari Fraksi PAN, Alimin Abdullah menilai kalau kasus PLN lebih besar daripada kasus Bank Century. Karena itu, Alimin meminta klarifikasi langsung dari Dahlan Iskan yang dulu pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN.

"Kasus Bank Century saja yang menghabiskan dana Rp 7,6 triliun sudah gempar. Apalagi PLN yang diduga merugikan negara Rp 37 triliun,"ujar Alimin Abdullah, di Komisi VII Gedung DPR, Rabu malam (24/10/2012).

Alimin mengungkapkan panggilan DPR terhadap bos Jawa Pos itu untuk mengklarifikasi apa yang telah ditemukan BPK saat ini. Sehingga dalam pemeriksaannya nanti, DPR tidak dianggap memfitnah dan mempolitisir BUMN yang pernah dipimpin oleh Dahlan Iskan.

"Pak Dahlan ini kami undang sebagai mantan Dirut PLN. Tapi kali ini malah tidak datang lagi dalam panggilan kedua," ungkap Alimin

Sebelumnya pada hari Senin 22 Oktober 2012, Dahlan Iskan sudah absen untuk Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII. Dalam rapat tersebut, dijadwalkan akan hadir Menteri ESDM Jero Wacik, PT PGN, dan PT PLN terkait temuan BPK.

Pada hari ini, Rabu (24/10/2012), Dahlan Iskan kembali absen dari Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII. Pada akhirnya RDP untuk membahas temuan BPK terhadap anggaran PLN sebesar Rp 37 Triliun kembali ditunda.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas