Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Densus Masih Buru 2 Pelempar Bom di Makassar

Tim Densus 88 Antiteror Polri masih memburu dua pelaku lain pelemparan bom terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror Polri masih memburu dua pelaku lain pelemparan bom terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Kedua pelaku itu langsung lari saat akan dilakukan penyergapan.

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo menjelaskan bahwa saat ini kepolisian masih mengejar pelaku lainnya serta mendalami keterangan-keterangan serta sejumlah barang bukti terkait aksi teror yang sempat mengancam pejabat pemerintah daerah.

"Karena baru dua yang baru tertangkap, masih ada dua lagi yang belum," kata Timur di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2012).

Timur menegaskan bahwa pelaku aksi teror pada Minggu (11/11/2012) terkait jaringan lama yang selama ini beroperasi di wilayah Indonesia Timur, khusunya Poso dan Ambon.

"Kita belum bisa ungkap keseluruhan tapi ini kan dari Poso, Poso berdekatan dengan Sulawesi Selatan, kalau dari sisi areal operasi ya? Tapi bagaimana kaitannya dengan yang tadi masih perlu pemeriksaan lebih, terutama tersangka yang belum ditangkap," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkapkan bahwa pelaku teror yang melempar bom asap ke arah Gubernur Sulawesi Selatan merupakan kelompok Abu Uswah dan Al Fatrowa.

Hal tersebut terungkap dari hasil indentifikasi dua orang terduga teroris yang berhasil dibekuk setelah kejadian.

Kelompok teror Abu Uswah dan Al Fatrowa, terang Ansyad, sudah melakukan aktivitas pelatihan di perbatasan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tengah.

"Sementara kasusnya baru melempar bom ke gubernur. Tapi kita sudah melihat itu terkait dengan jaringan teroris Poso dan Ambon," kata Ansyad.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas