Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tjahjo: SBY Dipermalukan Pembantunya

Sekjen PDIP Tjahjo agak terkejut mendengar berita mengenai pernyataan Julian Pasha bahwa Seskab tidak berkoordinasi dengan Presiden SBY

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengaku awalnya memberikan apresiasi kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Tjahjo mengapresiasi sikap Dipo yang segera melaporkan adanya permasalahan di beberapa kementrian pemerintahan SBY ke KPK.

"Setidaknya ada bukti awal yang disampaikan Seskab ke KPK untuk ditindaklanjuti KPK," kata Tjahjo, Senin (19/11/2012).

Namun, Tjahjo agak terkejut setelah mendengar berita mengenai pernyataan juru bicara presiden Julian Pasha yang mengatakan Seskab tidak berkoordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Dan itu pendapat atau sikap Seskab pribadi, jadi bingung saya, kok carut marut tata kelola penyelenggaraan pemerintahan ini," katanya

Semakin parah, kata Tjahjo, ketika para menteri pembantu presiden saling bersaing satu sama lain secara terbuka kepada publik. Ia mengakui bila tugas Seskab memang mengoordinasikan  kementerian. Sudah seharusnya melapor kepada Presiden bila ada koordinasi atau kebijakan kementerian yang tidaj sesuai dengan arahan dan garis kebijakan SBY.

"Tapi kok malah sikap Seskab Dipo Alam mendahului kebijakan Presiden dan memorak-porandakan jajaran kementerian- kementerian yang harusnya Seskab koordinasikan dengan baik agar kinerja kementerian berjalan sesuai arahan Presiden. Ini kan akhirnya sama saja diartikan mempermalukan Presiden oleh pembantu presidennya sendiri," ungkapnya.

Menurut Tjahjo, sikap Seskab serta Sesneg harus melalui koordinasi dengan Presiden. "Tidak dengan mencari jalan sendiri mencari popularitas," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia pun meminta Komisi II dalam fungsi pengawasannya perlu memanggil Seskab, Sesneg dan juru bicara  presiden untuk meluruskan ada permainan apa sebenarnya dilingkungan pemerintahan ini. "Kalau pembanti presiden masing-masing cari popularitas sendiri-sendiri. Saya kira tidak pada tempatnya," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas