Fani Cium Tangan Bupati Aceng
Bupati Garut Aceng HM Fikri berdamai dengan Fani Oktora, perempuan yang sempat dinikahi selama empat hari dan diceraikan
TRIBUNNEWS.COM, GARUT – Bupati Garut Aceng HM Fikri berdamai dengan Fani Oktora, perempuan yang sempat dinikahi selama empat hari dan diceraikan hanya melalui pesan singkat.
Di sebuah rumah bambu yang terletak di halaman belakang Pesantren Al Fadilah 2, di Limbangan, Kabupaten Garut, Aceng dan Fani bertemu. Keduanya bertemu lagi setelah Fani diceraikan Juli lalu.
Dalam kesempatan itu Aceng mengungkapkan keinginannya untuk menyudahi konflik yang dianggapnya telah meresahkan masyarakat. Ia juga berharap kembali menyambung tali silaturahmi dengan Fani dan keluarganya, setelah apa yang terjadi beberapa minggu terakhir.
"Islah itu adalah mengurai benang yang kusut, mencairkan yang beku. Kalau kita anggap kemarin ada benang yang kusut, mari kita urai. Ada yang beku, mari kita cairkan. Kalau ada yang putus, mari kita sambungkan kembali," katanya.
Aceng juga mendoakan Fani agar diberi yang terbaik dalam hidupnya. "Mudah-mudahan Fani mendapatkan rida Allah Swt, menjadi istri saleha, dinaikkan derajatnya, diberikan kesabaran," katanya.
Fani, yang ditemui pada saat bersamaan, mengaku menerima permintaan maaf itu. Ia juga mengatakan akan mencabut gugatannya di Mabes Polri.
"Saya juga minta maaf kepada masyarakat karena semua ini," katanya.
Pertemuan 45 menit antara Bupati Garut Aceng Fikri dengan mantan istrinya Fani Octora membuahkan hasil. Dimulai sejak pukul 20.10 WIB, pertemuan ini selesai pukul 20.55 WIB.
Seusai pertemuan, Fani yang mengenakan baju warna biru ini langsung sungkem mencium tangan Aceng. Fani juga menyalami kerabat Aceng lainnya yang turut datang dalam pertemuan itu. Pertemuan Aceng dengan Fani ini digagas Panitia Khusus DPRD Kabupaten Garut yang dibentuk atas aspirasi masyarakat Garut terkait dengan kasus nikah siri Aceng.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Lucky Lukmansyah, mengatakan pembentukan panitia khusus bertujuan mendapat informasi langsung dari sejumlah pihak terkait, di antaranya Bupati dan Fani.
"Selama ini kita selalu melihatnya di media massa. Ini tidak bisa dijadikan dasar. Selama ini pandangannya berbeda dengan kebutuhan dewan sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan. Makanya, pansus ini akan menggali informasi sesuai kebutuhan kita," kata Lucky.
Sebelum adanya islah, sejak kemarin pagi, ratusan warga yang tergabung dalam sejumlah organisasi masyarakat kembali berunjuk rasa di DPRD Kabupaten Garut. Mereka mendesak DPRD Garut segera melengserkan Aceng Fikri.
Para pengunjuk rasa tidak dapat masuk ke lingkungan kantor DPRD karena mendapat penjagaan ketat dari puluhan personel kepolisian.
Walaupun Aceng dan Fani telah melakukan islah, semalam, tampaknya permasalahan cinta yang mendera Aceng belum usai. Sebuah foto capture bergambar lelaki mirip Aceng dengan seorang perempuan bergaun pengantin beredar di jejaring sosial.
Foto tersebut diunduh dari sebuah akun Facebook bernama Chintya Prada Larasati. Di atas foto tersebut, tertulis komentar pemilik akun, "Just shared aja... Biar sahabat di garut tau. Sblm fany Aceng menikah dl dgn sy... Skrg fany. Hhmmm aceng2. Astaghfirullah."
*Berita Lengkap Tribun Jakarta Digital Newspaper Silakan Klik Disini