Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri Bantah Ikut Campur Terkait Gagalnya Eksekusi Bupati Aru

Polri membantah turut campur dalam peristiwa batalnya eksekusi Bupati Kepulauan Aru Teddy Tengko saat akan diterbangkan ke Maluku dari

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri membantah turut campur dalam peristiwa batalnya eksekusi Bupati Kepulauan Aru Teddy Tengko saat akan diterbangkan ke Maluku dari Bandara Soekarno Hatta, Rabu (12/12/2012).

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan memang pada Rabu (12/12/2012) petugas kejaksaan melakukan penangkapan terhadap Bupati Kepulauan Aru Teddy Tengko di Menteng, Jakartas Pusat.

Kemudian Teddy direncanakan akan dibawa ke Maluku dengan menggunakan pesawat Batavia Air pada pukul 01.00 WIB, Kamis (13/12/2012).

“Sampai di bandara, rupanya keluarga dan pengacara pak Teddy ada di Bandara. Di terminal 1 terjadilah perselisihan, dan terjadi adu argumentasi,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2012) .

Polisi yang melihat kegaduhan tersebut, langsung melakukan langkah-langkah dalam rangka menjaga keamanan di lingkungan bandara internasional tesebut.

“Kapolres dan anggotanya membawa ke Mapolres Bandara untuk kita fasilitasi, mediasi, apa sih masalahnya,” ungkap Agus.

Saat itu keluarga Bupati Kepulauan Aru meminta supaya tim kejaksaan tidak membawa Theddy ke Maluku, perdebatan sengit pun terjadi saat itu sampai akhirnya disepakati kejaksaan tidak jadi membawa Teddy ke Maluku.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kejaksaan dengan keluarga bupati disepakatilah bahwa hari itu tidak dibawa ke Maluku,” ujarnya.

Berdasarkan versi kejaksaan bahwa saat itu tim kejaksaan yang melakukan eksekusi hanya tiga orang dengan membawa Teddy, tiba-tiba di bandara Soekarno-Hatta ada sekitar 50 orang yang menunjukan sikap premanisme meminta Theddy diserahkan.

Namun, kubu Bupati Kepulauan Aru justu memberikan keterangan sebaliknya, saat itu di bandara lebih banyak jaksanya yang menggunakan pakaian preman dibandingkan pihak keluarga dan kuasa hokum.

Kubu Teddy mengatakan bahwa yang datang ke Bandara Soekarno Hatta hanya tiga orang kuasa hokum, istri dan anak Teddy, serta sejumlah keponakan Teddy. Bahkan kubu Teddy pun menganggap bahwa bukan pihaknya yang berlaku preman, tetapi tim yang mengeksekusi Teddy.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas