Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Calon Hakim Agung

DPR Diminta Tidak Loloskan Daming Sanusi Sebagai Hakim Agung

Ketua Satgas Perlindungan Anak Muhammad Ihsan, meminta DPR menolak Calon Hakim Agung (CHA) Daming Sanusi.

DPR Diminta Tidak Loloskan Daming Sanusi Sebagai Hakim Agung
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Perlindungan Anak Muhammad Ihsan, meminta DPR menolak Calon Hakim Agung (CHA) Daming Sanusi.

Itu terkait pernyataan kontroversial Daming Sanusi, saat uji kelayakan di hadapan Komisi III DPR.

"Kami dari masyarakat yang peduli terhadap pemerkosaan, kami meminta DPR tidak meloloskan Daming," kata Ihsan ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Ihsan menuturkan, sejumlah fraksi telah menolak Daming, seperti Fraksi PAN, Demokrat, dan PDI Perjuangan. Ihsan khawatir, bila Daming diloloskan, maka ia akan melecehkan korban pemerkosaan.

"Kami minta MA agar Daming mencopot jadi Hakim Tinggi di Banjarmasin. Ini perilaku yang tidak mulia. Daming harus memberikan surat pengunduran diri dan minta maaf kepada masyarakat," ujarnya.

Ihsan memaparkan, akibat pemerkosaan, korban hampir bunuh diri. Namun, Daming malah berkata hal yang kontroversial.

Sebelumnya, Komisi III DPR melakukan uji kelayakan bagi Calon Hakim Agung. Saat Calon Hakim Agung Muhammad Daming Sanusi melakukan uji kelayakan, sempat terlontar pernyataan kontroversial.

Daming mengungkapkan dalam kasus pemerkosaan, sering terjadi karena kedua belah pihak saling menikmati. Pernyataan yang disampaikan Daming, saat ia ditanya oleh anggota Komisi III DPR Andi Azhar.

Andi bertanya apakah pantas seorang pemerkosa diberikan hukuman mati, bila nanti Daming terpilih menjadi seorang hakim agung.

"Bagaimana menurut Anda, bila kasus perkosaan ini dibuat menjadi hukuman mati?," tanya Andi kepada Daming saat uji kelayakan di Ruang Komisi III DPR, Jakarta, Senin (14/1/2013).

Namun, Daming malah menjawab nyeleneh.

"Yang diperkosa dengan yang memerkosa ini sama-sama menikmati. Jadi, harus pikir-pikir terhadap hukuman mati," jawab Daming. (*)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas