Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ribut di Demokrat karena Sistem Matahari Kembar

Ribut-ribut di Partai Demokrat ditengarai lantaran partai tersebut mengadopsi sistem dua matahari kembar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ribut-ribut di Partai Demokrat ditengarai lantaran partai tersebut mengadopsi sistem dua matahari kembar.

Adanya dua matahari kembar itu menyebabkan ada tarik menarik kekuasaan antara Ketua Umum Anas Urbaningrum dengan Ketua Majelis Tinggi partai yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ini risiko parpol karena meletakkan dua kekuasaan yakni ketua umum dan ketua dewan pembina. Itu kan partai secara konstitusional mendisain matahari kembar," ujar Prof. Dr. Saldi Isra, Pakar Tata Negara Univ. Andalas, dalam diskusi bertajuk 'Tsunami Demokrat', di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2013).

Saldi mencontohkan perbedaan sistem dan perbedaan penanganan konflik antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Demokrat.

Sebenarnya, di PKS juga ada dua matahari kembar. Namun, lanjut Saldi, Ketua Dewan Syuro tidak bertindak sebagai eksekutif partai.

"Praktiknya eksekutif partai menang dengan Dewan Syuro. Kalau di Demokrat sama-sama kuat (antara ketua umum dengan ketua dewan pembina). Dua matahari kembar diciptakan partai itu sendiri," terangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika ingin selamat, Saldi mengatakan salah satu matahari kembar harus dipadamkan. Namun, menurutnya itu sangat sulit terjadi.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi SBY mengambil alih kemudi Demokrat. Seluruh DPC dan DPD langsung bertanggung jawab kepada Majelis Tinggi. Sementara Ketua Umum Anas Urbaningrum diminta fokus kepada dugaan permasalahan hukum yang di hadapinya.

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas