Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Poster DN Aidit Wajib Dibakar

Lanni terlihat santai sambil menghisap rokok kesukaannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat

Laporan Wartawan Wartakotalive.com : Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--The Lanni (57), masih mengenakan dasternya saat diajak berbincang-bincang, bercerita tentang kisah PKI. Lanni terlihat santai sambil menghisap rokok kesukaannya.

Perempuan yang tinggal di Jalan Kramat ini adalah salah satu saksi sejarah PKI, yang dulunya dikenal sebagai basis Parta Komunis Indonesia, tepatnya di Jalan Kramat V, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Seingat Lanni, sehabis penggerebekan terjadi pada 1 Oktober 1965, untuk sebagian anak kecil tidaklah terlalu mengerikan.

Setelah penggerebekan terjadi, Lanni mengaku malah memiliki banyak buku. Saat itu aparat TNI menghambur-hamburkan buku-buku dari perpustakaan di Gedung Pusat Kebudayaan PKI. Buku-buku itu digeletakkan di halaman depan Gedung Pusat Kebudayaan PKI.

Anak-anak kecil termasuk dirinya, ikut-ikutan melihat aksi pembakaran. Mereka juga mengambili sejumlah buku-buku cerita yang belum terbakar. "Ada buku-buku berbahasa Cina, ada pula buku-buku cerita. Tentara membolehkan kami mengambil buku-buku cerita. Tapi, untuk poster DN Aidit tidak boleh diambil, harus dibakar," kata Lanni.

Tak hanyaitu, rupanya ketika penggerebekan terjadi, perempuan-perempuan PKI-Gerwani tengah memasak rendang di halaman belakang gedung pusat kebudayaan. "Rendang itu dibagi-bagikan ke semua warga. Saking banyaknya, sampai dibagikan ke penghuni kolong jembatan," ingat Lanni.

Sementara itu, di gedung penyimpanan logistik, warga sekitar menjarah emblem-emblem PKI yang terbuat dari tembaga, karena harganya cukup mahal untuk dijual lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas