Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demokrat Jeblok di Survei, Loyalis Anas Minta SBY Mundur

Politisi Partai Demokrat Carrel Ticualu meminta Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Carrel Ticualu meminta Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur dari jabatannya. Hal itu berkaca dari hasil Survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) mengenai dukungan publik terhadap Partai Demokrat.

"Kalau berdasarkan hasil CSIS, PD harus minta SBY segera mundur dari jabatan ketum karena dianggap engga mampu mengangkat elektabilitas partai," kata Carel ketika dihubungi, Senin (27/5/2013).

Survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) yang diumumkan di Jakarta, Minggu (26/5/2013), menunjukkan elektabilitas atau tingkat dukungan publik terhadap Partai Demokrat justru menurun setelah jabatan ketua umum Demokrat diambilalih oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Padahal alasan diturunkannya Anas dari kursi ketua umum Demokrat beberapa bulan lalu karena elektabilitas partai turun terus maka diadakan KLB Demokrat.

Hasil survei CSIS itu memperlihatkan elektabilitas Demokrat melorot di urutan ke empat dengan angka 7,1 persen. Padahal, hasil survei CSIS ketika Anas masih menjabat di Juli 2012, elektabilitas Demokrat masih 11,1 persen.

Carel meminta Demokrat harus menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) kembalu untuk mencari ketua umum baru. "Ini menyikapi terus turunnya elektabilitas PD," kata Pengacara Anas Urbaningrum itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menilai Demokrat harus masuk ke dalam Museum Rekor Indonesia. "Karena
PD satu-satunya partai politik di dunia ini yang ketum dan sekjennya, bapa dan anak," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas