Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Politisi Demokrat Protes Larangan Berjilbab Polwan

Sekretaris Fraksi Demokrat DPR RI Saan Mustofa menegaskan Polri tidak sepantasnya melarang Polwan mengenakan jilbab.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Fraksi Demokrat DPR RI Saan Mustofa menegaskan Polri tidak sepantasnya melarang Polwan mengenakan jilbab.

"Karena untuk menjadi polisi itu diberi kesempatan sama ke semua warga negara termasuk Polwan tentu mereka punya latar belakang berbeda. Ada dasarnya pakai jilbab dan tertarik menjadi polisi jadi tidak harus dilarang," kata Saan di gedung DPR Jakarta, Sabtu (15/6/2013).

Anggota Komisi III DPR bidang Hukum dan Keamanan ini menegaskan larangan Polwan berjilbab bertentangan dengan HAM.

"Apalagi daerah tertentu itu ada polisi berjilbab karena kultur daerahnya," kata dia.

Lanjut Saan, mestinya Kapolri Jenderal Timur Pradopo memberi keleluasan kepada semua Polwan yang ingin berjilbab.

Diberitakan sebelumnya larangan menggunakan jilbab bagi polwan inui mengacu kepada Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005 tentang sebutan, penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.

Menurut Saan surat edaran itu tidak boleh mengatus spesifik polwan berjilbab. "Nanti kami akan minta tanggapan ke Kapolri soal ini dalam rapat," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas