Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buruh, Pemotor hingga Emak-Emak Curhat Usai Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter

Harga Pertamax naik Rp4.000 per liter, buruh dan pedagang khawatir biaya hidup serta harga pangan ikut melonjak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green Rp17.000. 
  • Buruh, pekerja, hingga pedagang pasar mengeluhkan dampak lonjakan BBM terhadap biaya hidup dan distribusi pangan. 
  • Warga khawatir harga kebutuhan pokok kembali meroket di tengah daya beli yang melemah

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai memicu keluhan dari kalangan buruh, pekerja, hingga masyarakat kelas menengah.

Mereka khawatir lonjakan harga BBM akan berdampak pada meningkatnya biaya hidup dan harga berbagai kebutuhan pokok.

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai Rabu (10/6/2026). Dalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan ini langsung mendapat sorotan dari masyarakat yang sehari-hari menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar kendaraan.

Salah satunya Adrianto, seorang wiraswasta yang mengaku terbebani dengan lonjakan harga tersebut. Menurutnya, kelompok masyarakat kelas menengah kini berada dalam posisi yang semakin sulit.

"Menangis kalangan menengah yang pakai Pertamax. Khawatir jadi turun ke kalangan bawah dan pakai Pertalite. Takutnya langka juga Pertalitenya," kata Adrianto, Rabu (10/6/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi membuat banyak pengguna beralih ke BBM subsidi maupun penugasan seperti Pertalite. Kondisi itu dikhawatirkan memicu lonjakan permintaan dan berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui kanal perusahaan maupun aplikasi MyPertamina.

Salah satu pekerja di Karawang, Jawa Barat, Casmita mengaku kaget karena baru mengetahui kenaikan harga BBM itu saat dia mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Ini pemberitahuannya saya nggak tahu, kirain belum naik. Repot juga sih masyarakat di sini. Baru tahu sekarang," katanya.

Baca juga: Pertamax Naik! Cek Harga BBM Pertamina di Seluruh Provinsi per 10 Juni 2026, Sumbar Tembus Rp17.000

Pedagang Pasar Khawatir Harga Pangan Ikut Naik

Kenaikan BBM tidak hanya dikeluhkan pengguna kendaraan. Para pedagang pasar tradisional juga mulai waswas terhadap dampaknya terhadap biaya distribusi dan harga pangan.

Sutina, pedagang ayam potong di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, mengaku saat ini harga ayam memang mulai turun setelah sempat melonjak menjelang Iduladha 2026. Namun, ia khawatir kenaikan BBM akan kembali memicu lonjakan harga.

Harga ayam filet yang sebelumnya mencapai Rp65.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp50.000 per kilogram. Sementara ayam bertulang turun dari Rp60.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

"Kalau daging ayam tulang itu Rp45.000, tadinya Rp60.000, sudah semingguan ini lah turun terus harganya," ujar Sutina.

Meski harga ayam sudah kembali normal, penjualan justru belum membaik. Sutina mengaku daya beli masyarakat masih menurun.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas