Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sudi Silalahi Ingatkan Fafri Hamzah: Fitnah Luar Biasa Dosanya

Sudi yang merasa difitnah, dan menuntut Fahri minta maaf

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi murka. Dia tidak menerima tudingan politisi PKS Fahri Hamzah, yang menyebutnya dan Sekab Dipo Alam merekayasa kasus korupsi impor daging sapi dan jadi otak penangkapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK. Sudi yang merasa difitnah, dan menuntut Fahri minta maaf.

"Dia tahu agama, fitnah itu luar biasa dosanya. Dia tahu dosanya. Dan saya belum berniat memaafkannya kalau dia belum meminta maaf kepada saya," kata Sudi kepada wartawan saat dimintai tanggapan tentang pernyataan Fahri, di Istana Bogor, Jumat (5/7).

Orang kepercayaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini lalu membantah semua tudingan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah yang menyebutnya sebagai otak di balik kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Kasus suap impor itu kemudian menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ke balik bui. Sudi marah besar. Bahkan saa tmenjawab wartawan, ia beberapa kali mengucapkan "Nauduzubillahimindalik."

Walau demikian, Sudi tak ingin membalas tudingan Fahri itu dengan pernyataan. Karena semua yang dikatakan Fahri memang tidak benar. "Biar Allah yang membalas karena kalau dia memfitnah seperti itu," ujar Sudi, mantan Pangdam Brawijaya, Jawa Timur.

Ia pun menuntut Fahri agar meralat tuduhannya karena sudah didengar banyak orang. "Dia harus meralat kalau itu tidak benar dan memang tidak benar. Saya tidak pernah merekayasa itu, nauzubillah," katanya.

Sudi mengaku tidak akan menempuh upaya hukum. Meski begitu, ia menuntut Fahri untuk segera meminta maaf atas fitnah yang telah disebarkannya. Ia menyerahkan upaya itu kepada Fahri, meminta maaf secara langsung kepadanya ataupun melalui media massa.

Rekomendasi Untuk Anda

 "Ingat ya, Allah tidak akan memaafkan fitnah yang dilakukannya kecuali orang yang difitnahnya itu memaafkannya. Dan dia harus meminta maaf didengar oleh seluruh orang yang pernah mendengar fitnah itu," ujarnya.

Senin lalu, Fahri Hamzah menilai, tersangka kasus dugaan korupsi pembobolan Bank Jawa Barat dan saat ini divonis 5 tahun penjara atas kasus korupsi di Pemkab Barito Kuala, Kalimantan Selatan Yudi Setiawan memiliki hubungan dengan Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

"YS sebetulnya nama yang sering dibawa dia, nama SS (Sudi Silalahi) dan Dipo Alam. Setiap ketemu LHI (Lutfhi Hasan Ishaaq), dia bilang salam dari SS. Dia sudah punya hubungan yang kuat dengan satu kelompok yang sedang bermasalah juga," ujar Fahri.

Yudi sendiri sebelumnya blak-blakan menyebut bahwa PKS tengah mengumpulkan Rp 2 triliun dari berbagai proyek di tiga kementerian untuk dana kampanye partai tersebut. Yudi mengaku menjadi bagian dari proyek-proyek PKS. Namun, PKS membantahnya.

Senin (1/7), awal pekan ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuding penangkapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi adalah sebuah skenario besar yang dilakukan pihak Istana. Fahri menuding Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi berada di belakang penangkapan ini.

Fahri menjelaskan keterkaitan Dipo Alam terlihat dari adanya staf dari Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam Andi Arief bernama  Wisnu Agung Prasetya ditangkap bersama saksi kasus impor daging sapi, Yudi Setiawan. Keduanya ditangkap di Apartemen Sudirman, pada Rabu (10/10/2012) sekitar pukul 13.00 WIB oleh tim dari Polda Kalimantan Selatan dan Polda Metro Jaya.

Yudi saat itu ditangkap karena terkait dalam kasus pembobolan Bank Kalsel hingga miliaran rupiah. Selain keterkaitan itu, Fahri juga menuturkan fakta lain bahwa Yudi ternyata sering membawa-bawa nama Dipo Alam dan Sudi Silalahi setiap bertemu dengan Luthfi Hasan Ishaaq. Hal ini diketahui Fahri setelah menjenguh Luthfi Hasan dan Ahmad Fathanah di dalam sel penjara.

"Yudi sebetulnya, nama yang sering dibawa dia nama Sudi dan Dipo Alam. Setiap ketemu LHI, salam dari Sudi Silalahi. Dia sudah punya hubungan yang kuat dengan satu kelompok yang sedang bermasalah juga. Peran Dipo Alam besar sekali. Otak di balik kasus ini ya Dipo Alam," ujar Fahri.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas