Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

ICW: Dari Sisi Korupsi Soeharto Tidak Pantas Jadi Nama Jalan

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, nama Soeharto tidak pantas dijadikan nama jalan.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, nama Soeharto tidak pantas dijadikan nama jalan. Pernyataan ICW menanggapi wacana penggantian nama Jalan Medan Merdeka menjadi Jalan Soeharto.

"Dari kacamata korupsi, enggak pantas dibuatkan nama jalan," kata aktivis ICW Febri Hendri di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (1/9/2013).

Menurut Febri, seseorang yang dijadikan nama jalan merupakan pahlawan dan berjasa bagi bangsa. Soeharto, kata Febri, bila dijadikan nama jalan, dipastikan mencederai semangat memberantas korupsi dan hati rakyat.

"Soekarno, Hatta, dan Ali Sadikin boleh, karena membuat perubahan yang cukup besar," tuturnya.

Febri pun menentang bila Presiden ke-2 RI dijadikan nama jalan.
"Jangan  koruptor dijadikan nama jalan, korupsi kejahatan luar biasa. Sangat cacat kalau dibuat nama jalan," ucap Febri.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Jumat (30/8/2013), bertemu panitia 17 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, untuk menindaklanjuti perubahan nama jalan di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan selama 30 menit, ternyata masih ada ganjalan, terutama penggunaan nama mantan Presiden RI Soeharto dan mantan Gubernur DKI Ali Sadikin.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau Bang Ali dan Pak Harto masih kontroversi, saya kira kami fokus dulu pada Bung Karno dan Pak Hatta," ujar Jokowi.

Rencananya, nama Ir Soekarno akan menggantikan Jalan Medan Merdeka Utara, dan M Hatta akan menggantikan nama Jalan Medan Merdeka Selatan. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas