Indonesia Akan Punya Magister Kedokteran Asuransi, Apa yang Dipelajari?
Mahasiswa akan belajar tentang analisis data medis, mulai dari keabsahan rekam medis hingga mengkaji kondisi medis pasien.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Perdokjasi menargetkan pembukaan program magister (S2) Kedokteran Asuransi di Indonesia pada tahun 2028 untuk mengatasi terbatasnya pemahaman dokter terkait asuransi kesehatan.
- Program ini akan berfokus pada kajian medis berbasis bukti (evidence-based) untuk menganalisis data medis, rekam medis, dan kondisi pasien guna mendukung proses pengajuan klaim.
- Lulusan prodi ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi ilmiah terkait klaim berdasarkan kondisi medis dan ketentuan polis.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (Perdokjasi) Wawan Mulyawan berbicara soal kemungkinan pembukaan program magister (S2) Kedokteran Asuransi di tanah air pada tahun 2028.
Hal ini dia sampaikan dalam Konferensi Pers dan Diskusi Media yang digelar di Grha AAJI, Jakarta, Kamis (16/4/2026), dengan tema utama ‘Biaya Melonjak, Klaim Ditolak: Keputusan Medis Harus Tegak’.
Diakuinya, di kalangan dokter pemahaman tentang asuransi kesehatan belum merata atau terbatas.
"Kalau pelatihan terkait asuransi kesehatan itu sudah ada, tapi mengenai kedokteran asuransi di Indonesia sangat terbatas," kata dr Wawan.
Ia mengatakan, kedokteran asuransi merupakan disiplin yang berfokus pada kajian medis berbasis bukti (evidence-based) untuk mendukung proses pengajuan klaim.
Mahasiswa akan belajar tentang analisis data medis, mulai dari keabsahan rekam medis hingga mengkaji kondisi medis pasien.
Misalnya dokter akan menganalisa penyebab kematian atau tingkat keparahan penyakit sesuai dengan ketentuan polis.
Dari analisa itu, dokter dapat memberikan rekomendasi apakah klaim layak dibayarkan, ditolak, atau hanya dibayarkan sebagian.
Baca juga: Seleksi Jalur Rapor Kedokteran Periode 5 UII Yogyakarta Masih Dibuka, Cek Ketentuan Daftarnya
"Bagaimana perhitungan-perhitungan penjaminan itu dihitung berdasarkan kondisi medis. Dan itu bisa dipertanggungjawabkan nanti secara ilmiah," ungkap dokter spesialis bedah saraf ini.
Adapun mahasiswa yang bisa mendaftar prodi kedokteran asuransi adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran.
Mahasiswa juga akan diberi pemahaman tentang produk asuransi, regulasi, serta peran dokter dalam proses underwriting (penilaian risiko) dan klaim.
"Target kami di 2028 bisa tapi ada banyak hal terkait administratif yang harus dipenuhi. Mudah-mudahan di 2028 bisa terlaksana," ungkap dia.
Baca tanpa iklan