Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Petinggi SKK Migas Ditelisik Soal Dugaan Korupsi di BP Migas

Usai digarap penyidik, Poppi mengaku ditelisik penyidik mengenai peran dan tugasnya selama berkarir di BP Migas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Poppi Ahmad Nafis merampungkan pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (10/9/2013) malam.

Usai digarap penyidik, Poppi mengaku ditelisik penyidik mengenai peran dan tugasnya selama berkarir di BP Migas.

"Saya sudah menjawab semua pertanyaan penyidik. Kebanyakan soal tugas pokok dan fungsi (selama di BP Migas)," kata Poppi usai diperiksa selama delapan jam penyidik KPK.

Pemeriksaan tupoksi terhadap Poppi menguatkan dugaan, KPK sedang mengorek dugaan korupsi yang terjadi selama BP Migas berfungsi sebagai pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas. Saat itu, Poppi disebut sudah bermain dalam penentuan tender, pemulusan, serta pemenangan perusahaan dalam tender minyak.

Peran itu berlanjut hingga BP Migas dibubarkan dan menjadi SKK Migas. Di SKK Migas, peran Poppi semakin bersinar. Ia bahkan disebut sebagai tangan kanan Rudi Rubiandini, yang bertugas sebagai eksekutor ataupun pelaksana kesepakatan antara SKK Migas dengan perusahaan yang bergerak di bidang migas. Sehingga, memunculkan dugaan KPK mulai menelisik permainan Poppi saat menjabat di SKK Migas (dahulu BP Migas).

Namun, Poppi menampik disebut tangan kanan Rudi Rubiandini. Dia berdalih, posisi sebagai kadiv membikin dirinya harus bertugas seperti tangan kanan.

"Saya sebagai Kepala Divisi komersialisasi Gas Bumi, bukan tangan kanan. Tapi memang tugas saya begitu," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia pun menampik meloloskan tender untuk PT Kernel Oil Pte Ltd pada Juni 2013 dan Trafigura pada Mei dan Agustus 2013. Menurut dia, kemenangan kedua perusahaan itu dilakukan tim.

"Saya kira tidak seperti itu. Tender ditentukan tim, bukan sendiri," ujarnya.

Namun, Poppi tak mau menjawab saat ditanya apakah dirinya turut kebagian jatah suap dari PT Kernel Oil yang sudah menyeret Rudi Rubiandini sebagai tersangka. Ia meminta wartawan menanyakan hal itu kepada penyidik.

"Nanti tanya ke penyidik," katanya seraya masuk ke dalam mobil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas