Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bermasalah Soal Iklan, Gita Wirjawan Dilaporkan ke Komite Konvensi

Iklan itu mengambil banyak bentuk dan meningkat selama September, pascapenetapan Gita

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Y Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan dilaporkan ke Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, menyusul intensitas iklan kementeriannya menanjak pascapenetapan dirinya sebagai kandidat konvensi.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengaku, dalam konten iklan kementerian yang menjadikan Gita sebagai aktor utamanya, tidak ada masalah karena mempopulerkan penggunaan produk dalam negeri.

Iklan itu mengambil banyak bentuk dan meningkat selama September, pascapenetapan Gita bersama 10 kandidat capres Konvensi lainnya pada 15 Agustus 2013. Ia mempertanyakan kepada Komite apakah itu masuk kriteria menggunakan fasilitas negara.

"Maka kami meminta pertama data ini untuk dipelajari, apakah ada kemungkinan penggunaan fasilitas negara lewat iklan bersangkutan. Konsern kita, ada kesan iklan meningkat perseptember, pascapenetapan peserta konvensi," ujar Ray di Wisma Kodel, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Ray menemukan sebaran iklan Gita sebagai Kemendag ada di sarung kursi kereta api Taksaka, Argo, Bima. Iklan Gita juga terpampang dalam bentuk baliho seperti ditemukan Ray di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Bahkan, ada juga iklan di media cetak dan televisi.

"Dorongan kita adalah Komite Konvensi memperjelas apa semata-mata ini semua iklan pribadi atau kementerian. Karena Komite pernah bilang, dalam rangka mendorong konvensi yang diharapkan, harus bersih dari politik uang, bebas dari praktek penggunaan fasilitas negara," terangnya lagi.

Ray yang diterima langsung Sekretaris Komite Konvensi, Suaedi Marassabesy, mengaku karena kebetulan ada temuan mengarah ke Gita, maka dilaporkan. Ia memastikan akan melakukan hal yang sama jika ada kandidat capres Konvensi melakukan hal sama.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas