Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadiri Diskusi PPI, Cak Nun Sindir SBY

terjadinya fenomena-fenomena semacam itu menunjukan bagaimana etika berpolitik sudah hilang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Budayawan Emha Ainun Najib atau lebih dikenal dengan panggilan Cak Nun menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memilih merangkap beberapa jabatan.

"Sudah jadi ketua umum masa jadi Ketua Umum?, ya saya enggak nyebut nama siapa-siapa tapi ya kalian sudah tahu," ujar Cak Nun dalam diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (1/11/2013).

Menurutnya terjadinya fenomena-fenomena semacam itu menunjukan bagaimana etika berpolitik sudah hilang dalam praktik politik di Indonesia.

"Itu kan enggak lucu, estetika sudah hilang. Anda sudah jadi gubernur, masa mau jadi bupati? Sudah jadi kiai, maulana, mau jadi syeh. Sudah jadi nabi kok mau jadi wali. Sudah lulus SMA masa masuk SMP" tukasnya.

Estetika, lanjut Cak Nun, merupakan sesuatu yang harus dijunjung seorang pemimpin. Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang mampu menjaga nilai-nilai kepantasan dalam menjalankan pemerintahan.

"Kalau kamu presiden kamu harus berlaku kepantasan sebagai seorang presiden, karena kamu perwakilan seluruh Indonesia. Mau bilang 100 persen, 200 persen dipikirkan baik-baik dulu," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas