Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Targetkan Stunting Turun Jadi 17,5 Persen, Menkes Ingatkan Pentingnya Konsumsi Susu

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 17,5 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Targetkan Stunting Turun Jadi 17,5 Persen, Menkes Ingatkan Pentingnya Konsumsi Susu
HO/IST
CEGAH STUNTING - Pelajar di Madrasah Ibtidaiyah Taawanul Muslimin mendapatkan bantuan susu sebagai dukungan terhadap agenda nasional pencegahan stunting. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 17,5 persen pada tahun 2026. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan melakukan konsumsi protein hewani secara cukup, salah satunya susu. 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 17,5 persen pada 2026 melalui pemenuhan gizi anak, terutama konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu.
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemenuhan protein hewani menjadi langkah penting dalam pencegahan stunting untuk mendukung terciptanya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 17,5 persen pada 2026. 

Upaya tersebut didorong melalui pemenuhan gizi anak, termasuk konsumsi protein hewani seperti susu.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan pemenuhan konsumsi protein hewani secara cukup.

"Yang paling penting menurunkan stunting dengan menambahkan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging dan susu. Terserah di masing-masing daerah yang tersedianya, yang penting protein hewani," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Dukungan terhadap target tersebut juga dilakukan melalui program Susu Sehat Bernutrisi (SEHATI) yang dijalankan TAP Untuk Negeri di sejumlah wilayah.

Program ini rutin menyalurkan susu kepada anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak usia dini.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu distribusi bantuan dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Taawanul Muslimin. 

Untuk mencapai sekolah tersebut, tim harus melewati jalan tanah dengan akses yang cukup menantang demi memastikan bantuan diterima langsung oleh para siswa.

Bagi TAP Untuk Negeri, perjalanan tersebut bukan sekadar rutinitas distribusi bantuan, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui tambahan asupan gizi.

Baca juga: Kelakar Ketua MK Suhartoyo Disindir Stunting oleh Jimly Asshiddiqie: MBG Penting Bagi Saya

Melalui program SEHATI, segelas susu dinilai bukan hanya memberikan manfaat nutrisi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak agar tetap semangat belajar dan meraih cita-cita.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas