Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Marzuki Alie: Kalau Enggak Merasa Dapat Uang Tidak Usah Ribut

Secara lugas, Marzuki menyebut dugaan korupsi soal pembangunan gedung baru DPR sudah masuk ke KPK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie didesak mengungkap fraksi DPR mana yang mendapatkan uang terkait rencana pembangunan proyek Gedung baru DPR. Atas desakan tersebut, Marzuki Alie angkat bicara.

"Kalau enggak merasa (dapat uang), enggak usah ribut," kata Marzuki Alie ketika dikonfirmasi, Kamis (14/11/2013).

Marzuki mempertanyakan saat pengamat menyebut parlemen korupsi mengapa anggota DPR tidak mempermasalahkannya. Secara lugas, Marzuki menyebut dugaan korupsi soal pembangunan gedung baru DPR sudah masuk ke KPK.

"Sudah tahu di DPR ini sering disebut pengamat korup dan sebagainya, tapi tidak pernah ribut, hanya saya yang selalu membela lembaga. Masalah gedung sudah ada di KPK," tuturnya.

Sebelumnya, setelah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra meminta Marzuki membuka siapa fraksi tersebut, kini lontaran itu juga disampaikan oleh PDI Perjuangan.

"Supaya situasi DPR kondusif, tidak ada saling curiga dan menjadi gunjingan rakyat sebaiknya Ketua DPR menyudahi sensasi-sensasi dengan membuka fakta-fakta yang ada," kata Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari ketika dikonfirmasi, Kamis (14/11/2013).

Rekomendasi Untuk Anda

Eva mengatakan Ketua DPR harus melaksanakan kewajiban hukum bila mengetahui adanya korupsi. Sehingga, kata Eva, Marzuki harus melaporkannya kepada penegak hukum dan bila tidak maka akan dikenai hukuman.

"Lembaga parlemen harus dijaga kehormatannya, terutama oleh Ketua DPR dan semua anggota DPR," katanya.

Anggota Komisi III DPR itu mendorong Marzuki Alie untuk mempelopori upaya menjadikan DPR sebagai lembaga yang berintegritas.

"Stop bergunjing, laporkan ke penegak hukum. Jika tidak mau lapor, stop melempar-lempar isu yang bisa menimbulkan fitnah dan jadi rasanan rakyat," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas