Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terus Menembak Mati, Polisi Makin Sulit Bongkar Jaringan Teroris

Anggota Komisi I DPR, mengatakan polisi akan semakin sulit membongkar jaringan teroris jika terus menembak mati

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Terus Menembak Mati, Polisi Makin Sulit Bongkar Jaringan Teroris
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti di sebuah rumah di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2014). Densus 88 Antiteror Polri melakukan penyergapan dan menembak mati 6 orang terduga teroris di tempat tersebut. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati, mengatakan polisi akan semakin sulit membongkar jaringan teroris jika terus menembak mati saat penggerebekan.

"Dengan begitu sulit membongkar embrio dan kelompok teroris tersebut," kata wanita yang akrab dipanggil Nuning, Jumat (3/1/2014).

Selain itu, kata Nuning, aparat polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas aksi terorisme. Harus ada kerja sama dengan masyarakat sekitar serta anggota TNI yang terlatih dalam mengatasi kerawanan suatu daerah.

"Saya berpendapat bila pemberantasan terorisme ini represif terus, maka ada yang salah dalam penanganannya. Paradigmanya harus diubah tak melulu dari sudut pandang teologis-ideologis," ujar Politisi Hanura itu.

Ia mengharapkan pemberantasan terorisme dilakukan dengan cara deradikalisasi atau desepsi sehingga dapat mengetahui rencana strategi mereka.

"Pendekatan sosial itu penting, memang munculnya gerakan terorisme ini sebagian karena ada rasa ketidakadilan Jadi polisi jangan bergerak represif terus seperti pemadam kebakaran," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas