Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahfud: Orang Jepang Bilang SBY Berhasil Hanya di Sektor Ekonomi

Mahfud menyebut meski bisa menumbuhkan tingkat perekonomian, orang-orang Jepang menilai SBY masih gagal di banyak hal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mahfud: Orang Jepang Bilang SBY Berhasil Hanya di Sektor Ekonomi
Ani Yudhoyono/Instagram
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 

Laporan Koresponden Tribunnews.com Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata dipuji oleh banyak orang Jepang termasuk Prof Mitsuo Nakamura. Tetapi disbeutkan, pujian itu hanya tertuju pada satu hal, soal pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikatakan khusus kepada Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU. Pria kelahiran Madura 13 Mei 1957, yang pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia ini menyebut, meski bisa menumbuhkan tingkat perekonomian, orang-orang Jepang menilai SBY masih gagal di banyak hal.

"Semua orang Jepang mengatakan kepada saya demikian. Mereka bilang SBY berhasil karena satu hal saja yaitu perekonomian. Tetapi problem belum bisa diatasi dalam memberantas korupsi, sehingga keberhasilan ekonomi belum memberi manfaat rakyat banyak. Keberhasilan ekonomi hanya kepada rakyat kelas menengah ke atas. Hal ini mengakibatkan Piramida ekonomi membesar hanya untuk kelas menengah ke atas saja," papar Mahfud khusus kepada Tribunnews.com, Rabu (29/1/2014) malam.

Mahfud menuturkan, Prof Nakamura mengusulkan agar perkembangan politik Islam bisa dikembangkan lebih lanjut di Indonesia. Caranya akan menguntungkan  apabila kelompok Islam mengedepankan politik kebangsaan khususnya bagi ormas-ormas Islam seperti Nahdatul Ulama atau  Muhammadiyah.

Mereka ini perlu memiliki alat politik tertentui berupa partai politik,  sehingga gerakan ada yang tersalurkan, tekannya. "

Lalu saya tanya dia, apakah orang harus berkumpul di parpol berbendera Islam atau tidak? Dia jawab tidak perlu. Islam itu harus ada di semuanya, di mana-mana, tidak perlu berkumpul di bendera Islam. Tetapi  ormas Islam bisa punya alat politik yang menampung semuanya, termasuk memiliki partai politik sebagai alat penyalurannya."

Rekomendasi Untuk Anda

Mahfud menyebut, Nakamura merupakan teman lamanya. Mereka bertemu  2006 saat muktamar NU di Solo. Saat itu isteri Nakamura sempat kecopetan dompetnya hilang di sana.  

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas