Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jimly Sempat Mengingatkan Fajrul Untuk Berhenti Merokok

Fajrul Falaakh bisa sehari tiga bungkus rokok kretek. Ia tidak bisa berpikir dan menulis artikel kalau tidak merokok

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jimly Sempat Mengingatkan Fajrul Untuk Berhenti Merokok
Istimewa
Fajrul Falaakh semasa hidup. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, mengaku sempat mengingatkan almarhum Fajrul Falaakh untuk berhenti merokok. Jimly pun sempat mengisahkan kepada Fajrul bagaimana ia sukses berhenti merokok.

Jimmly dalam acara Tahlil Kenegaraan "Konsisten Mengawal Konstitusi Mengenang Almarhum Fajrul Falaakh," di kantor Komisi Hukum Nasional, Jakarta Pusat, (18/2/2014), mengaku kepada Fajrul bahwa ia bisa sukses berhenti merokok setelah bertekad tidak lagi merokok bila Presiden Suharto lengser.

"Pada 20 Mei (1998) pak Hartu turun, dan saya pun berhenti merokok. Mungkin kalau tidak jadi turun saya tidak jadi berhenti merokok," kata Jimly dengan nada bercanda.

Fajrul yang merupakan anggota Komisi Hukum Nasional itu meninggal pada 12 Januari lalu, karena permasalahan jantung. Fajrul meninggal setelah beberapa hari sebelumnya sempat menjalani perawatan di Singapura.

Adik kandung almarhum Fajrul Falaakh, Muhammad Romahurmuziy atau yang akrab dipanggil Romi pada kesempatan yang sama mengingat sebelum diboyong ke Singapura ahli tata negara dari Universitas Gajah Mada tak sekali pun pernah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Dulu kalau flu dia cuma minta disuntik, besoknya langsung sembuh. Ternyata dia bukannya tidak pernah sakti, tapi tidak pernah dirasakan (sakitnya)," ujarnya.

Di Singapura diketahui tiga dari empat bilik di Jantung Fajrul sudah tidak berfungsi, bahkan salah satunya sudah tidak berfungsi sejak dua puluh tahun lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Fajrul tidak sekali pun pernah mengeluhkan hal tersebut, baru sekitar beberapa pekan lalu Fajrul mengeluh sesak nafas, dan minta dibawa ke Singapura.

"Seingat saya beliau itu seharinya tiga bungkus rokok kretek. Beliau tidak bisa berpikir dan menulis artikel kalau tidak merokok," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas